Iklan

Jerman Tidak Setuju Pengawasan Ketat di Perbatasan Internal Uni Eropa

30/07/20, 02:54 WIB Last Updated 2020-07-29T19:54:23Z


Berlin, NET24JAM.id - Pemerintah Jerman tidak setuju ada pengawasan ketat lagi di perbatasan internal Uni Eropa kendati ada banyak kasus baru infeksi Covid-19 muncul di berbagai tempat di beberapa negara.


Berkaitan dengan meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran baru Covid-19, bahkan disebut-sebut sebagai infeksi ”gelombang kedua", Jerman ingin agar perbatasan internal Uni Eropa tetap terbuka tanpa pengawasan ketat seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.


Lembaga Jerman untuk pengawasan pandemi, Robert-Koch-Insitut (RKI) baru-baru ini memang menetapkan beberapa kawasan risiko baru di Uni Eropa, antara lain kota metropolitan Barcelona dan pulau wisata Mallorca di Spanyol dan kawasan Luxemburg.


Tapi Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengatakan tidak setuju jika ada kontrol ketat lagi di perbatasan.


"Saya tidak bisa membayangkan melakukan kembali kontrol perbatasan di seluruh Jerman," kata Horst Seehofer dalam konferensi pers pada Selasa (28/7/2020).


Dia menambahkan, kontrol perbatasan seperti yang pernah diberlakukan Perancis, Swiss, Austria dan Denmark akan membawa "masalah politik besar".


Tanpa kontrol perbatasan, dengan tes Covid-19 di bandara-bandara Jerman, namun Mendagri Jerman Horst Seehofer menegaskan, tidak melakukan pengawasan di perbatasan bukan berarti tidak ada lagi pemantauan dan pengawasan wabah corona.


Jerman sendiri sekarang sedang mempersiapkan sarana tes Covid-19 di bandara-bandara. Nantinya, semua orang yang datang dari kawasan berisiko tinggi akan diwajibkan melakukan tes Covid-19 langsung di bandara saat kembali memasuki Jerman.


Politisi Senior Partai Demokrat Kristen CDU, Ralph Brinkhaus, mengatakan bahwa kebebasan bergerak di Zona Schengen tanpa pengawasan perbatasan telah menjadi "DNA"-nya Uni Eropa.

Karena itu, kontrol perbatasan benar-benar sebuah pengecualian dalam situasi-situasi khusus dan adanya "ancaman yang nyata.


"Brinkhaus mengingatkan, siapa pun yang bepergian ke daerah berisiko tinggi perlu "kehati-hatian yang ekstrem", dan penting bagi pelancong yang kembali ke Jerman untuk segera melakukan tes Covid-19.


"Ini juga masalah tanggung jawab individu, dan bukan hanya masalah hukum," katanya seraya menambahkan bahwa menjadi tugas politisi dan media untuk menjelaskan kepada publik bahwa bahaya Covid-19 belum berlalu. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jerman Tidak Setuju Pengawasan Ketat di Perbatasan Internal Uni Eropa

Terkait

Iklan