Iklan

Rasulullah SAW Melarang Umatnya Mencaci Pemimpin

14/08/20, 11:37 WIB Last Updated 2020-08-14T04:43:33Z

Manusia tak ada yang sempurna. Begitupun dengan pemimpin yang sedang bertugas dimana-mana. Jika ada yang salah dengan pemimpin kita, eloknya kita sampaikan dengan sopan. Bukan mencacinya dengan kasar. Atau bahkan menyebarkannya lewat sosial media agar diketahui banyak masa. 

Jika ada yang kurang dengan seorang pemimpin, maka tetap husnudzan, atau bisa kita sampaikan lewat orang terdekatnya atau dengan cara lain yang tidak menimbulkan kericuhan. Sebab mencaci pemimpin, apalagi sampai menghina pemimpin, tidak diajarkan dalam Islam. Sebagaimana Sabda Rasulullah : 

مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَهَانَهُ اللَّهُ

Barang siapa yang menghina sultan Allāh (penguasa/ pemimpin) di bumi, maka Allāh akan menghinakan orang tersebut.

Hadis tersebut jelas melarang kita untuk menghina pemimpin, entah disebabkan karena kekurangannya atau ketidaksempurnaannya dalam menjalankan tugas. 

Justru Rasulullah mengajarkan kita untuk terus mendoakan pemimpin kita, sebab kebaikan sang pemimpin adalah kebaikan kita juga. Jerih payah perjuangan sang pemimpin adalah perjuangan untuk kita juga.

Dalam HadistNya disebutkan : 

لا تسبوا الأئمة ، وادعوا لهم بالصلاح ؛ فإن صلاحهم لكم صلاح

"Jangan mencaci para pemimpin. Doakan mereka dengan kebaikan. Sebab kebaikan mereka adalah kebaikan bagi kalian".

Jika hadis Rasulullah yang di atas tersebut diamalkan oleh setiap muslim, maka yang terjadi adalah terciptanya suatu bangsa yang baik tanpa berhias hujatan dan kabar hoax. Rasulullah mengajarkan untuk terus mendoakan kebaikan kepada pemimpin kita. Kebaikan yang ia dapat pasti juga dirasakan oleh rakyatnya.

Mencela dan menghina pemimpin termasuk salah satu benih fitnah yang bisa berkembang menjadi sebuah awal kerusakan suatu bangsa. 

Bukankah terbunuhnya Khalifah Usman Ibn Affan karena adanya kaum muslimin yang mencela dan juga menghinakan sang khaligat tersebut? Begitulah realitanya, pemberontakan adalah sebab dari kerusakan, baik kerusakan dunia ataupun kerusakan agama seseorang. 

(Sum/Bincang Syari'ah)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rasulullah SAW Melarang Umatnya Mencaci Pemimpin

Terkait

Iklan