Iklan

Iklan

Sambut HUT Yang Pertama, Tim Kreatif Kopi Sumut Gelar Diskusi Bersama

28/08/20, 18:19 WIB Last Updated 2020-08-28T11:20:10Z

Medan, NET24JAM - Tim kreatif Kombur-kombur PPAT dan Notaris Sumatera Utara (Kopi Sumut) menyelenggarakan diskusi dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kopi Sumut yang pertama. 

Bertempat di Avros Park Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, diskusi tersebut mengambil materi mengenai "Peran Notaris dalam Pembuatan Akta Hak Waris Golongan Tionghoa", pada Kamis (27/8/2020).

Mewakili panitia pelaksana, Indra Sani Harahap, SH, M.Kn., mengatakan bahwa keberadaan ‘Kopi Sumut’ dibuat berawal atas adanya ide dari beberapa rekan Notaris/PPAT di Sumatera Utara untuk membuat forum diskusi santai sambil menikmati kopi.

“Kopi Sumut dibuat untuk saling berbagi ilmu terkait dengan pekerjaan sehari-hari menyangkut tugas jabatan sebagai Notaris dan PPAT,” katanya dalam kesempatan tersebut.

Selain Indra Sani Harahap, seorang Notaris Senior, Cipto Soenaryo, SH., M.Kn., yang didaulat sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, menyampaikan bahwa surat keterangan waris adalah surat yang dibuat pejabat yang berwenang.

“Isinya menerangkan siapa saja yang sudah meninggal dunia dan yang berhak mewarisinya,” ujar Cipto.

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan waris, maka ahli waris akan mendapatkan hak dan kewajibannya dari pewaris.

Lebih lanjut, Cipto menjelaskan bahwa 

Oleh karena itu, lanjut Cipto, mengenai surat keterangan hak waris hingga detik ini tidak ada suatu hukum positif (peraturan perundang-undangan) yang mengaturnya, baik terhadap pejabat mana juga dalam bentuk aktanya.

Dia juga memaparkan tiga bagian tengah terhadap kewenangan dalam membuat surat keterangan waris, adalah sebagai berikut : 

Pertama, untuk golongan pribumi dibuat secara dibawah tangan yang disaksikan oleh 2 orang saksi-saksi. Kemudian diketahui oleh Lurah dan disahkan oleh Camat.

Kedua, untuk golongan tionghoa yang berwenang membuat keterangan ahli warisnya adalah Notaris, dengan terlebih dahulu melakukan pengecekan wasiat.

Ketiga, untuk golongan Warga Negara Indonesia (WNI) turunan timur asing (india dan arab) yang berwenang membuat keterangan warisnya adalah Balai Harta Peninggalan (BHP).

Cipto juga berpesan agar senantiasa Notaris/PPAT dalam membuat surat keterangan waris lebih teliti memeriksa berkas-berkas dari klien dan memahami peraturan-peraturan yang ada.

“Lebih teliti dalam memeriksa berkas-berkas dari klien agar terhindar dari adanya tuntutan hukum dari pihak-pihak yang merasakan dirugikan dari akta keterangan waris yang dibuat oleh Notaris," pesannya.

Di akhir materinya, Cipto mengharapkan agar pemerintah dapat sesegera mungkin untuk membuat aturan perundang-undangan yang khusus mengatur tentang hak pewarisan.

Pada kesempatan itu, mewakili tim kreatif, M. Yusrizal, SH., M.Kn., memberikan cenderamata kepada pemateri, Cipto Soenaryo, SH., M.Kn., dan Notaris/PPAT yang hadir.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotong kue sebagai ucapan syukur HUT Kopi Sumut yang pertama.

Untuk diketahui, di usianya yang masih sangat muda ‘Kopi Sumut’ telah hadir  ditengah-tengah Notaris/PPAT dari berbagai wilayah kerja yang secara berkesinambungan membuat diskusi ilmiah terkait dengan tugas jabatan Notaris dan PPAT.

(Ridwan)

Sumber : M. Yusrizal, SH., M.Kn.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sambut HUT Yang Pertama, Tim Kreatif Kopi Sumut Gelar Diskusi Bersama

Terkait

Iklan