Iklan

Diduga Oknum OKP Serobot Akses Jalan, Warga Minta Polres Pelabuhan Belawan Tindak Pelaku

22/09/20, 16:07 WIB Last Updated 2020-09-22T09:15:45Z

 
Diduga oknum OKP melakukan penyerobotan akses jalan
 

MEDAN, NET24JAM.ID - Warga Pasar IV Timur lingkungan VIII Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, mengeluhkan adanya oknum yang melakukan penyerobotan lahan sebagai akses jalan keluar masuknya warga. 


Warga mengaku resah dan mengeluhkan aksi Hermawan yang mengaku-ngaku sebagai salah satu personil OKP (Organisasi Kepemudaan) Pemuda Pancasila.


Tak hanya itu, dengan membawa-bawa nama Organisasi Kepemudaan, Hermawan juga tak jarang bersikap arogan dan terkesan menakut-nakuti warga apabila menentang keinginannya.


Pagar seng yang dipasang oleh diduga pelaku dan komplotan.


Warga merasa dirugikan, karena separuh akses jalan keluar masuknya warga, diklaim Hermawan beberapa meter milik keluarganya.


Kendati Hermawan mengaku tanah tersebut milik almarhum Sukari (Paman Hermawan-red), namun dirinya tidak dapat menunjukkan surat jual beli ataupun surat kuasa ahli waris.


Salah seorang warga sekitar, Syahrul (34) kepada wartawan menyampaikan, bahwa untuk menuju tempat tinggalnya tersebut terdapat jalan ataupun gang dengan lebar bekisar 3 meter.


"Namun Hermawan sebelumnya pernah memasang patok pembatas tanah yang terletak di gang (Akses jalan keluar masuknya warga) tersebut. Akan tetapi yang dilakukan Hermawan itu tanpa dasar hukum yang jelas," ujar Syahrul, pada Senin (21/9/2020) usai melakukan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polres Pelabuhan Belawan terkait hal tersebut. 


Dia menerangkan, pada 9 September 2020 lalu, warga bersama Hermawan yang juga dihadiri oleh Kepala lingkungan VIII, Bhabinkamtibmas dan pihak Kecamatan Medan Marelan, melakukan mediasi.


Ironisnya, saat pengukuran tanah seluas 15,5 meter x 205 meter tersebut, patok yang pernah dipasang Hermawan melebihi batas tanah milik almarhum Sukari yang berarti berada di badan akses jalan keluar masuknya warga.


"Saudara Hermawan mengetahui jika patok yang dipasangnya masuk ke gang dan menghalangi akses jalan keluar masuknya warga," kata Syahrul.


Lebih lanjut, Ilham (33) yang juga warga sekitar, kepada wartawan memaparkan, dari hasil pengukuran ulang memang benar secara fakta bahwa patok yang dipasang Hermawan melebihi batas tanah milik almarhum Sukari.


"Usai pengukuran ulang dilakukan dan semuanya telah bubar, tiba-tiba Hermawan kembali datang bersama beberapa orang oknum OKP dan mencabut patok perbatasan tanah yang telah disepakati sewaktu pengukuran ulang," papar Ilham.


"Sudah berulang kali dilakukan mediasi namun tetap saja Hermawan yang terkesan bersikap premanisme itu, selalu menghalangi setengah akses jalan dan mempersulit warga keluar masuk di jalan tersebut," lanjutnya.


Beberapa warga usai melakukan pengaduan masyarakat ke Polres Pelabuhan Belawan.


Tak senang dengan perlakuan Hermawan, warga pun membuat pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polres Pelabuhan Belawan dengan berharap pihak kepolisian mampu menindaklanjuti agar tidak menjadi konflik berkepanjangan ditengah-tengah masyarakat.


Warga mengungkap, bahwa saat ini akses jalan keluar masuknya warga tersebut kondisinya lebih parah, pasalnya jalan itu setengahnya dipasang pagar yang terbuat dari seng sehingga lebih mempersulit warga.


"Kami sebagai warga meminta supaya masalah ini bisa secepatnya terselesaikan, agar tidak menjadi konflik berkepanjangan dan meresahkan masyarakat," Ilham menandaskan.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diduga Oknum OKP Serobot Akses Jalan, Warga Minta Polres Pelabuhan Belawan Tindak Pelaku

Terkait

Iklan