Iklan

Iklan

Kompolnas Angkat Bicara Soal Rekrut Preman Tegakkan Protokol Kesehatan

12/09/20, 21:50 WIB Last Updated 2020-09-12T14:50:08Z

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat memberikan keterangan pers di Polda NTB, Sabtu (13/10/2018). 

JAKARTA, NET24JAM.ID - Wacana Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono untuk rekrut preman guna membantu TNI-Polri menegakkan protokol kesehatan akan berpotensi menimbulkan kekerasan.


"Potensi abusive melalui teguran dan tindakan, misalnya nada suara tinggi atau membentak, atau misalnya jika ada orang yang ngeyel tidak mau pakai masker, akan terjadi adu fisik," kata Juru Bicara Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti, Jumat (11/9/2020) kemarin.


Namun Poengky tidak mempermasalahkan ide rekrut preman untuk membantu tugas Polri menegakkan protokol kesehatan. Karena tidak bisa dipungkiri, preman sebagai penguasa informal memiliki pengaruh di area seperti pasar, terminal, dan stasiun.


Menurut Poengky pelibatan tersebut dapat berdampak positif, bagi masyarakat dan preman itu sendiri. Namun diingatkannya lagi, adanya potensi kekerasan yang mungkin akan terjadi.


Untuk menghindari potensi kekerasan tersebut, maka tugas preman yang membantu menegakkan protokol kesehatan harus diawasi aparat kepolisian.


"Misalnya Bhabinkamtibmas yang bertugas di pasar, yang memahami dan mengenal medan," tutur dia.


Sumber : Kompas.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kompolnas Angkat Bicara Soal Rekrut Preman Tegakkan Protokol Kesehatan

Terkait

Iklan