Iklan

Iklan

Menolak Lupa! Janji Manis Eldin-Akhyar "Gagal" di Belawan

30/09/20, 22:41 WIB Last Updated 2020-09-30T15:41:08Z

       Pilkada Kota Medan Tahun 2015

MEDAN, NET24JAM.ID - Janji politik untuk membangun kawasan Medan Bagian Utara yang terdiri dari empat Kecamatan yakni Medan Labuhan, Medan Marelan, Medan Deli dan Medan Belawan, menjadi isu dan janji-janji manis yang selalu muncul dalam setiap perhelatan pemilihan kepala daerah seperti Pilkada Kota Medan. 


Janji membangun Medan Bagian Utara ini juga disampaikan oleh pemimpin Kota Medan 5 tahun terakhir Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution saat mereka masih berstatus pasangan calon di Pilkada Medan 2015.


Data yang dikumpulkan, sedikitnya ada beberapa janji yang disampaikan pasangan yang dikenal dengan sebutan BENAR kala itu. 


Janji politiknya adalah dengan menyebut penyelesaian banjir rob di Kecamatan Medan Belawan, pembangunan infrastruktur Danau Siombak di Kecamatan Medan Marelan, Pembangunan Belawan Front City hingga pembangunan rumah sakit tipe B sebagai prioritas tahun 2016.


Akan tetapi, janji itu ternyata hingga saat ini belum terealisasi sama sekali. Banjir rob yang terus menjadi momok bagi masyarakat Medan Bagian Utara hingga hari ini masih terjadi. Hal yang membuat masyarakat sangat kecewa dengan pemimpin Kota Medan 5 tahun terakhir.


"Yang kami minta itu hanya menyelesaikan banjir rob, dan infrastruktur di Belawan dibenahi. Tapi faktanya sampai sekarang tidak ada perubahan, jalan yang berstatus Jalan Kota masih berlobang-lobang," kata Ketua Anak Belawan Bersatu, Dedy Satria Ainal kepada wartawan, pada  Selasa (29/9/2020) kemarin.


Perihal pembangunan yang mandek di kawasan Medan Bagian Utara tersebut terindikasi terjadi karena tidak adanya niat dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam merealisasikan janji pimpinannya. 


Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah mengatakan kondisi tanpa perubahan yang terjadi di Belawan disebabkan tidak adanya kebijakan yang mendukung terealisasinya janji politik alias janji kampanye Dzulmi Eldin yang kepemimpinannya terhenti karena kasus hukum dan diteruskan oleh Akhyar Nasution.


"Ada kesalahan cara berpikir mereka dalam menyelesaikan persoalan disana. Banjir rob tidak bisa diselesaikan dengan membendung saja, itu hampir tidak mungkin. Kita tau Belawan terdiri dari 6 Kelurahan dan dikelilingi paluh yang pinggirannya itu bisa sekitar 25 kilometer panjangnya. Kalau kita kapling semua mau dibuat tanggul tidak masuk akal," katanya kepada wartawan baru-baru ini. 


"Saat cara berpikir ini salah dan realisasi di lapangan menjadi nol. Pimpinan Kota Medan justru hanya mendiamkan saja dan tidak memikirkan cara lain. Kebijakan untuk meniru apa yang dilakukan oleh beberapa perusahaan dan instansi yang ada disana tidak dirangsang dalam rangka menyelesaikan banjir rob," lanjut Bahrumsyah.


Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengatakan, banjir rob terjadi karena dataran rendah. Namun perubahan tata ruang di kawasan Medan Belawan menjadi hal yang harus dilakukan oleh Pemko Medan agar investor bisa masuk.


"Ada beberapa instansi di Belawan tidak mengalami banjir rob, karena mereka memanfaatkan bibir pantai dengan baik. Lantas lahan di pemukiman warga, Pemko Medan membiarkannya menjadi lahan tidur dan tidak boleh ada izin apapun keluar," jelas Bahrumsyah.


Menurutnya, dengan masuknya investor maka para investor yang akan melakukan penimbunan-penimbunan sehingga masalah banjir rob bisa selesai.


"Sekarang developer tidak ada yang bisa masuk di sana, izin untuk membangun di Belawan itu tidak ada. Padahal saat fungsi tata ruang itu diubah, Belawan akan bisa dibangun. Nah ini yang saya sebut memang pemimpin sebelumnya nggak punya kemampuan menyelesaikan persoalan disana," ujarnya.


"Jujur sajalah, Eldin dan Akhyar hanya menjadikan Belawan sebagai "halaman belakang" selama ini. Janji membangun Belawan menjadi kota modern dengan konsep Belawan Water Front City, pembangunan Infrastruktur Danau Siombak semua itu omong kosong. Karena memang tidak ada kemauan mengubah kebijakannya," tandas Bahrumsyah. (Red)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menolak Lupa! Janji Manis Eldin-Akhyar "Gagal" di Belawan

Terkait

Iklan