Iklan

Kecerdasan dan Pengalaman Saja Tidak Cukup

17/10/20, 22:23 WIB Last Updated 2020-10-24T16:08:23Z

 

Ilustrasi

Oleh : Ridwan Fahlevi.


NET24JAM.ID - Sobat mungkin orang yang cerdas dan tidak pernah berhasil meraih ranking pertama pada saat mengenyam pendidikan di sekolah ataupun universitas.


Jujur saja, selama kurun waktu lamanya, saya pernah mempunyai keyakinan bahwa hanya orang-orang yang cerdas dan memiliki sejuta pengalaman sajalah yang meraih kebahagiaan, sedangkan yang lainnya tak berhak walaupun hanya sekedar mengenyam apa yang disebut kenaikan pangkat, jabatan ataupun karir.


Salah satu tokoh agama Islam yakni Muhammad Ghazali pernah berkata ; "Kecerdasan saja tidak cukup. Iblis juga merupakan makhluk yang sangat cerdas, akan tetapi nafsunya telah mengalahkan kecerdasannya, dan Allah tidak akan menerima orang yang nista betapa pun kecerdasan yang dimilikinya".


Saya menyadari bahwa banyak orang yang cerdas dan memiliki sejuta pengalaman, namun secara tiba-tiba kehilangan kecerdasannya ketika berhadapan dengan keputusasaan.


Betapa banyak orang yang jenius tidak segan-segan mengubur hidup-hidup kejeniusannya hanya karena dia mempunyai ambisi yang luar biasa.


Banyak orang cerdas yang mengalami kisah tragis dan selalu hidup dalam cengkraman rasa cemas dan ketakutan.


Begitu pula orang yang barangkali tidak mempunyai cukup kecerdasan dan pengalaman, namun mereka berhasil berkomunikasi dengan masyarakat dan berhasil menciptakan benih-benih kasih sayang serta toleransi kepada orang lain, berhasil memiliki tekad yang kuat hingga mereka berhasil meraih apa yang menjadi cita-citanya. Pada hakikatnya, merekalah yang lebih patut untuk disebut sebagai orang yang berbahagia.


Edison yang telah berhasil memberikan sumbangan penerangan bagi kehidupan kita ini, berusaha untuk membangkitkan semangat dengan kata-katanya ; "Keberhasilan bukanlah merupakan hasil dari bakat saja. Jika kita mau lebih teliti bahas 99 persen merupakan hasil keringat, sedangkan 1 persen merupakan hasil bakat dan kreativitas".


Dengan demikian, jika ada orang yang mengira bahwa hanya pikiran saja yang merupakan pokok keberhasilan, maka sebenarnya dia sedang berangan-angan.


Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Howard Gardner dari Universitas Harvard, sangat menentang pendapat yang menyatakan bahwa IQ adalah ukuran yang valid untuk menentukan kecerdasan seseorang. Dia berkata ; "Kecerdasan yang kami ketahui hanya salah satu jenis dari susunan sesuatu yang kita sebut dengan multi talenta, yang mencakup sebelas jenis kecerdasan itu sendiri. Diantaranya adalah penglihatan, gerak, wicara, sosial dan fisik".


Dari sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, disimpulkan bahwa keuntungan dan efektivitas seseorang tak hanya ditentukan oleh ijasah akademik atau potensi pendidikan saja. 


Hal itu dijelaskan oleh Brian Tracy dalam bukunya Getting Rich Your Own Way. Dalam bukunya dia berkata ; "Kecerdasan sosial adalah sebuah kemampuan untuk melakukan komunikasi yang baik dengan orang lain. Hal ini merupakan kecerdasan yang mampu mewujudkan keuntungan dan efektivitas di Amerika Serikat. Selain itu, baru kecerdasan bisnis. Yaitu sebuah kemampuan untuk melihat potensi dan kesempatan menciptakan produk atau layanan yang dikehendaki dan dibutuhkan masyarakat dengan perhitungan keuntungan yang jelas. Dua macam kecerdasan itulah yang tak dapat diukur dengan laboratorium".


Jangan katakan bahwa anda bukanlah orang yang cerdas! Jangan memberikan alasan tersebut dengan ukuran ijasah atau kecakapan sesuai pengalaman. 


Selama anda mempunyai gagasan, tekad yang kuat, rasa toleransi dan keteguhan yang tangguh, maka anda mempunyai banyak kecerdasan dan pengalaman. 


Sumber : Karim Asy-Syadzily.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kecerdasan dan Pengalaman Saja Tidak Cukup

Terkait

Iklan