Iklan

Pengamat : Kota Medan Butuh Sosok Millenium Development Goal

07/10/20, 00:46 WIB Last Updated 2020-10-19T05:17:22Z

Pengamat Pembangunan, Jaya Arjuna.

MEDAN, NET24JAM.ID - Pengamat pembangunan Jaya Arjuna menyoroti berbagai persoalan di Kota Medan, baik dari infrastruktur, ruang terbuka hijau dan permasalahan perkotaan lainnya yang kerap menghiasi ibukota Sumatera Utara ini. 


Jaya mengaku kerusakan yang terjadi selama ini di Kota Medan harus dihentikan. Pada Pilkada 2020 Kota Medan harus menjadi momen untuk melakukan pembenahan.


"Sudah cukuplah kota ini rusak. Kita sangat prihatin Kota Medan yang dulunya dibangun dengan arsitektur kota sangat modern setara kota-kota besar di Eropa, kini tak ada yang bisa kita banggakan," jelas Jaya dalam keterangan persnya, Selasa (6/10/2020).


Menurutnya, selama ini upaya-upaya para aktivis yang peduli dengan keindahan Kota Medan selalu kandas akibat kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro terhadap pembangunan yang ramah lingkungan. 


Perubahan-perubahan peruntukan dengan mudah keluar sekalipun pembangunannya melanggar roadmap pembangunan yang ada.


"Makanya pemimpin kedepan kita harapkan memahami hal ini," ungkap Jaya.


Dirinya mengaku tidak ingin mengungkit beberapa kesalahan fatal pemerintah Kota Medan dalam beberapa tahun terakhir, namun Jaya Arjuna berharap adanya sosok pemimpin yang ingin membangun Kota Medan sesuai dengan millenium development goal sangat dibutuhkan.


"Itu harus, kita mungkin tidak bisa mencapai langsung 100 persen, tapi harus pakai prioritas. Jangan lagi berkutat soal politik. Ruang terbuka hijau itu seharusnya mencapai 30 persen di Medan, kalau sekarang hanya 0,1 persen. Bagaimana kota ini menjadi kota yang layak huni," tegasnya.


Jaya menyebut, Kota Medan dulunya sangat membanggakan dan sangat nyaman untuk dihuni. Hingga tidak salah jika Kota Medan dulu pernah tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan Adipura sebagai Kota Metropolitan terbersih di Indonesia. 


Namun belakangan, hal itu tidak pernah lagi diraih oleh Kota Medan. Justru sebaliknya, Kota Medan dinobatkan sebagai Kota terjorok di Indonesia.


"Kalau sekarang apa? beberapa tahun terakhir ini Medan jadi kota terjorok. Ironisnya, Kota Medan betah dengan predikat itu. Pengelolaan sampah masih amburadul dan belum sampai kepada taraf berkelanjutan. Padahal sekarang apa yang tidak bisa, kalau ada kemauan pasti bisa," Jaya menandaskan.


Seperti diketahui, Kota Medan dalam beberapa tahun terakhir kerap dirundung berbagai permasalahan perkotaan. Ruang terbuka hijau yang semakin tergerus, maraknya kejahatan sehingga membuat Kota Medan menjadi kota yang tidak aman, infrastruktur jalan yang rusak hingga persoalan banjir yang membuat warga menjadi tidak nyaman.


Persoalan ini tidak kunjung dapat diselesaikan terutama pada dua periode kepemimpinan terakhir yakni periode pemerintahan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin maupun era kepemimpinan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pengamat : Kota Medan Butuh Sosok Millenium Development Goal

Terkait

Iklan