Iklan

Iklan

Berpetualang Memfitnah Islam, Pria Ini Akhirnya Jadi Mualaf

21/11/20, 18:12 WIB Last Updated 2020-11-21T11:12:52Z



JAKARTA, NET24JAM.ID - Wendy Lofu (30), sejak kecil dididik ajaran Non-Muslim yang dianutnya. Dia juga mendapat pendidikan budaya China. Namun kedua hal tersebut tak juga menjaganya dari perilaku yang tidak baik.


Hidayah yang menghampiri Wendy sama sekali tak disangkanya. Padahal sebelumnya Wendy menjadi orang yang membenci Islam.


"Banyak kenakalan di masa remaja, yang saya lakukan termasuk dengan membuat tim untuk memfitnah Islam melalui media sosial," ujar Wendy.


Pada tahun 2000, kebenciannya terhadap muslim menjadi-jadi. Wendy pun mengaku bahwa menjadi pribadi yang anti terhadap Islam.


Demi menguatkan fitnahnya, Wendy bahkan mencari bukti kuat melalui Alquran dan kisah Rasulullah SAW.


"Ada satu ajaran Islam soal poligami, dan saya berusaha untuk memfitnah nabi bahwa poligami itu tidak sesuai dengan ajaran Islam yang mengedepankan akhlak, maaf, saya dulu mempertanyakan nabi yang memiliki istri lebih dari satu karena nafsu belaka," tutur Wendy.


Wendy terkejut ternyata ajaran poligami setelah dipelajari justru adalah untuk memuliakan wanita. Karena dahulu di Arab, banyak pria yang beristri lebih dari sembilan bahkan hingga puluhan. Maka Allah mengatur dalam Alquran untuk pria memiliki istri maksimal lebih dari empat dan itupun jika mampu.


Setelah mempelajari Alquran, Wendy meyakini bahwa Alquran adalah benar kitab suci tak hanya untuk muslim tapi juga seluruh manusia. 


"Sebanyak 75 persen isi Alquran benar karena telah dan sedang terjadi, sedangkan 25 persennya masih belum terjadi dan dia yakin akan terjadi seperti kiamat dan kehidupan kekal di akhirat," terangnya.


"Saya mengakui Nabi Muhammad SAW adalah pembawa pesan Alquran karena apa yang diucapkan 1.400-an tahun lalu, salah satu bukti sains misalnya terjadi beberapa ratus tahun kemudian," lanjut Wendy.


Misalnya saja, ada api di dalam laut yang tidak padam oleh air di lautan dan air di lautan pun tidak mengering dilahap api tersebut. Hal ini telah tercantum di dalam Alquran dan ditemukan ahli ratusan tahun kemudian.


Tak hanya sains, Wendy juga meyakini bahwa Islam tidak mengajarkan perang keji. Tetapi perang adalah ketika membalas Islam yang telah dihina. 


"Bahkan Islam mengajarkan adab dalam berperang untuk tidak menebang pohon dan menyelamatkan sarang semut dengan tidak buang air sembarangan," ungkapnya.


Setelah mempelajari Alquran otodidak, Wendy mendapatkan hidayah tersebut. Pria asal Singkawang, Kalimantan Barat ini memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.


"Saya tipe orang yang meyakini sesuatu tidak suka di doktrin, ketika saya mempelajari sendiri kebenaran satu agama dan yakin maka itu adalah pilihan saya bukan pengaruh orang lain," jelas Wendy.


Dia pergi ke Pontianak dibimbing oleh seorang Letjen (purn) Andi Maulana. Meski telah memeluk Islam, karena belajar sendiri, Wendy tidak mendalami Islam.


Wendy hanya mengakui kebenaran Islam tetapi tidak menjalani Islam yang sebenarnya. Dia menjalankan shalat dan puasa tetapi larangan lain masih dijalankan karena ketidaktahuannya.


Setelah dia merantau ke Jakarta dan bekerja di sebuah perusahaan percetakan, Wendy dikenalkan dengan sebuah yayasan Mualaf Center Indonesia. 


Wendy dibimbing langsung oleh Koh Hanny, sebagai pendiri yayasan di Masjid Darussalam, Cibubur. Disinilah Wendy, mendalami Islam dan belajar menjalani perintah dan larangan Islam. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Berpetualang Memfitnah Islam, Pria Ini Akhirnya Jadi Mualaf

Terkait

Iklan