Iklan

Iklan

Fenomena Gelar Habib, Syafi'i Ma'arif : Mendewakan Mereka Bentuk Perbudakan Spiritual

22/11/20, 11:35 WIB Last Updated 2021-05-24T04:04:57Z

foto (Istimewa) : Buya Syafi'i Ma'arif.

JAKARTA, NET24JAM.ID - Fenomena gelar habib kembali menjadi topik hangat akhir-akhir ini di media sosial.


Pasalnya kata habib atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW sering kali masuk pembicaraan utama belakang ini. Topik tersebut kembali hangat usai Habib Rizieq Shihab kembali ke Indonesia.


Fenomena Habib menjadi booming, sebab beberapa tokoh yang menyebut dirinya keturunan Rasulullah memang memiliki banyak sekali pengikut.


Hal itu ternyata juga menjadi perhatian Ahmad Syafi'i Ma'arif yang lebih akrab disapa Buya Syafii Maarif.


Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam sifat berlebih-lebihan.


Menurut Syafi'i Ma'arif, bahwa terlalu mengagung-agungkan sang habib tak ubahnya suatu perbudakan spiritual yang tentu disebabkan oleh fanatisme berlebihan.


“Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual. Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengeritik keras fenomena yang tidak sehat ini. Ahmad Syafii Maarif,” ujar Buya Syafií itu dalam akun twitternya @SerambiBuya pada Sabtu (21/11/2020).


Tak hanya dari Buya Syafi'i Ma'arif, kritik seputar tokoh dengan gelar habib juga menjadi sorotan da’i kondang lainnya yakni Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, yang baru-baru ini menyebut bahwa seorang habib sudah selayaknya menjadi panutan pengikutnya dalam bersikap.


Gus Miftah menyebut, para habaib (bentuk jamak habib) tak boleh direndahkan sebab di dalam dirinya mengalir darah Nabi Muhammad SAW. Namun, dia juga menegaskan bahwa seorang habaib juga tak pantas melakukan hal serupa, menghina orang lain.


“Gus boleh gak kita menghina habaib? tidak boleh! kenapa? karena dalam tubuh habaib ada darahnya Nabi. Lalu bolehkah habaib menghina orang lain? tidak boleh, masa di dalam tubuhnya ada darah nabi kok menghina orang lain? kan gak pantes. Terus siapa orang yang boleh kita hinakan? tidak ada satu pun orang yang boleh kita hinakan,” ujar Gus Miftah saat live di akun instagtram pribadinya beberapa waktu lalu. (OZ) 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Fenomena Gelar Habib, Syafi'i Ma'arif : Mendewakan Mereka Bentuk Perbudakan Spiritual

Terkait

Iklan