Iklan

Iklan

Mutasi Sepihak Terhadap Buruh, EPZA Ajukan Bipartit ke PT Laut United

24/11/20, 20:13 WIB Last Updated 2020-11-24T13:13:48Z

                      Eka Putra Zakran, SH.

MEDAN, NET24JAM.ID - Guna menyelesaikan perselisihan antara buruh dengan pengusaha, Kantor Hukum Eka Putra Zakran & Associates (EPZA) ajukan surat perihal perundingan Bipartit Kepada Pimpinan PT. Laut United, Selasa (24/11/2020).


Surat permohonan perundingan Bipartit yang dikirimkan melalui Kantor Pos Indonesia di Medan tersebut  bernomor 152/SPER-FB/EPZA/VI/2020, sengaja dilayangkan dalam rangka mengupayakan jalan terbaik untuk menyelesaikan perselisihan tenaga kerja dengan pengusaha.


Eka Putra Zakran, SH akrab disapa Epza ini kepada wartawan menyampaikan, bahwa perundingan Bipartit merupakan upaya-upaya terbaik di luar proses persidangan, selain mengedepankan asas kekeluargaan juga merupakan amanat Undang-Undang (UU). 


Menurut pengacara Peradi Angkatan 2015 itu, hal tersebut juga dilakukan sesuai Pasal 1 angka 10 UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menyebutkan bahwa Perundingan Bipartit adalah perundingan antara pekerja/buruh atau serikat pekerja/buruh dengan pengusaha  untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial,


"Nah, berkaitan dengan perkara yang sedang dihadapi oleh klien kami Rusman Sitohang selaku buruh dengan pimpinan PT. Laut United selaku pengusaha, kami sangat mengedepankan upaya-upaya persuasif," ujar Eka Putra.


Kadiv Infokom KAUM ini mengatakan, pihaknya tetap mengupayakan langkah-langkah komunikatif dan dialogis guna mendapatkan solusi terbaik. 


Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan itu berharap dengan digelarnya perundingan Bipartit nanti oleh pihak tersomasi, ada win-win solution, sehingga dapat menguntungkan bagi kedua belah pihak yang bersengketa. 


"Sebagai penasehat hukum, kita berupaya dulu sampai titik nadir untuk mengedepankan pendekatan dengan asas musyawarah mufakat, kecuali kandas dan tidak mempan lagi upaya diluar, maka akan ditempuh jalur peradilan," tegasnya.


"Istilahnya pihak perusahaan jangan keras kepala batu saja yang dikedepankan. Apa sih susahnya jika duduk bersama, kan lebih baik," cetus Eka Putra.


Untuk diketahui, lanjut Eka Putra, bahwa Rusman Sitohang, Pria 59 Tahun itu sudah bekerja di PT. Laut United sejak 4 Agustus 2009 yang lalu. 


"Awalnya tidak pernah ada masalah, namun sejak 6 November 2020 lalu muncul masalah akibat mutasi sepihak yang dilakukan perusahaan tanpa dasar, tanpa pertimbangan yang jelas dan tanpa proses surat menyurat, sehingga membuat klien kami merasa dirugikan baik secara materil maupun immateril," jelasnya.


Eka Putra juga memaparkan agar menjadi perhatian serius bagi semua pihak, surat permohonan perundingan Bipartit ini sudah ditembuskan kepada Ketua Komisi IX DPR-RI, Ketua Komisi E DPRD Sumut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Prov. Sumatera Utara, Ketua Komisi II DPRD Medan, Plt. Walikota Medan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, Kapolres PelaBelawan serta Klien yang bersangkutan, beber Epza.


"Sebelumnya kami sudah melayangkan surat dengan nomor 150/SPTS/EPZA/VI/2020 dan 151/SPTS/EPZA/IV/2020 perihal Teguran/Somasi satu dan dua, tapi belum mendapat respon yang baik, makanya untuk itu, merujuk pada ketentuan UU kami ajukan Perundingan Bipartit," Eka Putra menandaskan diakhir keterangan persnya.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mutasi Sepihak Terhadap Buruh, EPZA Ajukan Bipartit ke PT Laut United

Terkait

Iklan