Iklan

Sudari ST Merasa Bersalah Jika Ada Masyarakat Dapilnya Meninggal Karena Di Tolak Berobat Ke Rumah Sakit

Anak kolong Production's
24/12/20, 23:24 WIB Last Updated 2020-12-24T16:25:41Z

 

Reses Kelurahan Tangkahan / Sudari, ST

MEDAN, NET24JAM.ID - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan, Sudari, ST sangat merasa bersalah/berdosa apabila ada pasien yang meninggal dunia karena di tolak berobat ke rumah sakit, masih banyak masyarakat miskin di Medan utara belom mendapat BPJS PBI (Peserta Bantuan Iuran ). Jadi ketika sakit masyarakat kesulitan mendapat perawatan kesehatan di rumah sakit . Di harapkan Pemko Medan kedepan dapat membuat program UHC ( Universal Helth Coverage ) sehingga seluruh warga kota Medan dapat menerima fasilitas kesehatan gratis.


Kegiatan RESES ini juga turut dihadiri oleh Sekcam Medan Labuhan Indra Utama, Lurah Tangkahan Muhammad Idris, Kabid Kepesertaan BPJS Kes Supriyanto, Ka UPT PU wilayah utara Amsyaruddin, Babinsa Lamsihar Simatupang, Babinkamtibmas P. Tinambunan dan Syamsul Fajar Nasution.


Terkait perihal BPJS, Sudari, ST selaku Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan meminta pihak BPJS membuat layanan penerima  laporan warga bila ada keluhan pelayanan terhadap rumah  sakit karena masih terdapat banyak kendala rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan secara maksimal dalam program BPJS ini,” ujar beliau.


Masyarakat yang hadir juga turut diberikan kesempatan untuk bertanya, terkait permasalahan seputar kesehatan dan lingkungan. 


Dari beberapa pertanyaan warga yang menghadiri acara RESES ini, beberapa pertanyaan mengarah kepada dampak lingkungan yang terjadi, yaitu banjir, masyarakat menuding PT. Kawasan Industri Modren tidak optimal dalam pengelolaan lingkungan, karna masih di temukan perusahaan nakal yg berada di KIM membuang limbah tampa di treatment terlebih dahulu, ujar Sudari.ST


Sudari, ST meminta PT Kawasan Industri Modren (KIM) ikut membantu dan berperan aktif mengatasi banjir di Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan. Pasalnya, banjir di wilayah itu sudah akut. Permintaan itu disampaikan, Sudari, setelah mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan pada Reses I Masa Sidang I Tahun Kedua TA 2020 yang dilaksanakannya di Jalan Rawe VII, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (23/12/2020). 


Banjir yang melanda wilayah Kelurahan Tangkahan, kata Sudari, tidak murni air semua, namun luapan air telah bercampur dengan limbah industri . “Limbah industri yang meluap itu bercampur dengan air banjir. Jadi, masyarakat selalu menerima limpahan limbah industri saat banjir datang, walau hujan nya cuman sebentar” katanya. 


Perwakilan PT KIM, Amry Nasution, menyampaikan pihaknya akan membangun kanal untuk menanggulangi banjir di Kelurahan Tangkahan. “Kita akan perbaiki perlahan, karena persoalan ini tidak seperti membalikkan telapak tangan. Kita juga akan korek parit yang menimbulkan dampak banjir,” katanya. Sebelumnya, Marzani Chaniago, mengeluhkan masalah banjir yang kerap melanda saat musim hujan. “Selain masalah banjir, kami juga minta PT KIM menyalurkan dana CSR kepada masyarakat sekitar,” pinta Marzani.


Persoalan ini, sebut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, sudah berpuluh-puluh tahun berlangsung, namun belum ada solusi konkrit dalam mengatasinya. “Solusi akhir untuk mengatasi banjir ini, perlu dibuat waduk serta pelebaran dan pengorekan parit secara rutin,” saran Sudari. 


Selain itu, Sudari, ST juga mengaku kecewa, dikarenakan tidak diakomodirnya e-Pokir anggota dewan oleh Pemko Medan. “Di e-Pokir itu ada 19 item yang saya masukan, tapi satupun tidak ada. Bahkan, Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) sampqi saat ini belum menerima user name dan passwordnya,” katanya. 


Salah seorang warga juga turut mempertanyakan perihal syarat untuk bisa mendapatkan bedah rumah layak huni. Untuk program bedah rumah, Sudari, menyebutkan sudah mulai agak diringankan syarat untuk mendapatkannya. “Jadi, sekarang ini cukup keterangan Lurah, rumah tidak layak huni sudah bisa dibedah menjadi layak huni,” sebutnya.




(Dakar)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sudari ST Merasa Bersalah Jika Ada Masyarakat Dapilnya Meninggal Karena Di Tolak Berobat Ke Rumah Sakit

Terkait

Iklan