Iklan

Iklan

Kasus Dugaan Pemerasan Rp200 Juta Libatkan Oknum Polisi di Medan Berbuntut Panjang

19/01/21, 13:49 WIB Last Updated 2021-01-19T06:49:11Z



MEDAN, NET24JAM.ID - Sempat menjadi headline di berbagai media cetak, online maupun televisi terkait kasus dugaan pemerasan senilai Rp200 juta yang dilakukan oleh oknum perwira berinisial AKP DK yang pernah menjabat sebagai Wakapolsek Medan Helvetia kini berbuntut panjang.


Tak hanya saling lapor, bahkan berujung pembebastugasan oknum tersebut dari jabatannya menjadi Pama (Perwira Menengah) Polrestabes Medan.


Bahkan atas viralnya kasus ini menjadi perhatian masyarakat luas, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar mengambil langkah cepat dengan menerbitkan surat perintah Pertanggal 6/1/2021 dengan nomor Sprint/41/1/1/Was.2.1/2021/Bid Propam.


Tak mau kalah, AKP DK bersama kuasa hukumnya Joko Pranata Situmeang S.H.,M.H., juga telah melaporkan Jefry Suprayogi ke Polda Sumut dengan tuduhan pencemaran nama baik yang dialaminya. 


Dengan nomor laporan STTLP/2738/XII/2020/Sumut/SPKT”III, terkait peristiwa UU nomor 19 tahun 2016  tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 27 ayat 3. 


Atas laporan inilah Jeffry Suprayudi bersama kuasa hukumnya Roni Panggabean dan Jhon Sipayung hari ini, Senin (18/1/2021) jam 11.00 Wib memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal khusus Polda Sumut. Usai menjalani pemeriksaan, Roni Panggabean, di depan gedung Krimsus Polda Sumut langsung memberikan keterangan persnya.


"Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum hari ini klien kami Jeffry Suprayudi memenuhi panggilan penyidik atas laporan AKP DK atas dugaan pencemaran nama baik. Sejak kasus ini kami laporkan ke Propam Mabes Polri, maupun di Propam Polda hingga sekarang di Krimsus, kami telah menyampaikan fakta hukum, bukti terkait kasus ini,"ucap Roni Pangabean.


Lanjutnya lagi, untuk kasus yang dilaporkan oleh oknum Polisi tersebut pihaknya telah menyampaikan surat keberatan yang ditujukan kepada Kapolda Sumatera Utara dan ditembuskan ke berbagai pihak termasuk pada penyidik di Krimsus maupun ke Mabes Polri.


Adapun 5 poin yang disampaikan kuasa hukum Jeffry Suprayudi diantaranya : 


1.keberatan dan menolak terkait laporan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada klien kami.


2. Perlu kami tegaskan : Bahwa apa yg disampaikan kepada klien kami adalah peristiwa dan fakta hukum di Propam Polda. Silahkan dipertanyakan ke Divisi Propam.


3. Bahwa hari selasa tgl 12 kami telah melanjutkan upaya hukum kami ke Krimum Poldasu, dan laporan ini ada melalui nota dinas Propam Polda dan surat perintah kapoldasu untuk audit investigasi.


4. Ini adalah preseden buruk bagi krimsus yg menindaklanjuti laporan tanpa ada penelaahan, bukti , dan fakta hukum.

Dan saya sangat prihatin bagi warga sumut kota medan , jika warga yg sudah menjadi korban melaporkan musibah yang dialami namun malah dituduh pencemaran nama baik.


5. Kalau seperti ini tutup aja media didunia, tidak usah ada pers dan ganti aja undang-undangnya.


Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi diruang kerjanya pada Senin (18/1/2021) pukul 16:00 Wib membenarkan pemanggilan Jeffry di Penyidik Krimsus.


"Ya benar, hari ini saudara Jeffry dipanggil penyidik untuk klarifikasi, hasilnya nanti kita kabarin. Untuk oknum perwira yang sebenarnya menjabat Wakapolsek Medan Helvetia sudah di bebas tugaskan menjadi PAMA Polrestabes Medan dalam rangka pemeriksaan," pungkas Hadi mengakhiri.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kasus Dugaan Pemerasan Rp200 Juta Libatkan Oknum Polisi di Medan Berbuntut Panjang

Terkait

Iklan