Iklan

Iklan

Polri Panggil Abu Janda, Epza : Langkah Positif Terhadap Penegakan Hukum

31/01/21, 02:11 WIB Last Updated 2021-01-30T19:11:15Z

Eka Putra Zakran, SH. 

MEDAN, NET24JAM.ID - Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) melayangkan panggilan kepada Permadi Arya alias Abu Janda. Pemeriksaan dijadwakan pada Senin 1 Februari 2021 mendatang.


Pemanggilan terhadap Abu Janda ini  didasari oleh laporan Medya Rischa soal dugaan ujaran bernada SARA dan penistaan agama dengan menyebut 'Islam arogan'.


Rencana pemanggilan Abu Janda tersebut mendapat dukungan dari berbagai kalangan termasuk praktisi hukum.


Seorang praktisi hukum di Kota Medan, Eka Putra Zakran, SH., alias Epza menyampaikan pendapatnya terkait hal tersebut.


Ia juga mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang akan memanggil terlapor Abu Janda dalam kasus dugaan penistaan agama.


"Hemat saya pemanggilan ini suatu langkah positif terhadap penegakan hukum (law enforcement), makanya langkah ini sangat tepat untuk diapresiasi, karena selama ini sudah sering Abu Janda ini bikin gaduh di dunia maya, tapi tidak tersentuh oleh hukum. Nah, barangkali inilah momentumnya," papar Epza kepada net24jam.id, pada Sabtu (31/1/2021).


Menurutnya, hal yang disampaikan oleh Abu Janda dalam cuitannya itu sangat menyakitkan bagi umat Islam. Bagi Epza Indonesia negara hukum, jadi dia tidak sependapat bila ada pihak-pihak yang bertingkah laku maupun berbicara secara arogan.


"Tau apa abu janda tentang ajaran Islam? apa dia tidak tau, banyak pahlawan nasional yang berjuang untuk memerdekakan negara ini, ya tokoh beragama Islam. Mulai dari Walisongo, Tuanku Imam Bonjol, Muhammad Hatta dan lain lain, mereka beragama Islam, kalau dengar cuitan itu pasti marah mereka juga marah," tegas Epza.


Dia menyebut, banyak pihak yang terusik akibat cuitan Abu Janda tersebut. Bukan hanya masyarakat biasa, beberapa organisasi Islam pun turut mengecam tindakan Abu Janda.


Dijelaskannya, pernyataan Abu Janda ini memang bertentangan dengan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE yakni, Setiap orang dengan sengaja tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).


Selain itu, Epza mengemukakan ancaman terhadap pelanggaran Pasal 28 Ayat (2) dimaksud terdapat pada Pasal 45 Ayat (2) UU ITE No. 19 Tahun 2016 dengan pidana penjara maksimal 6 tahun atau denda 1 Milyar.


"Pada prinsipnya langkah pemanggilan terhadap Abu Janda yang dilakukan oleh Bareskrim Polri sudah tepat dan sangat pantas untuk diapresiasi. Semoga Kapolri yang baru Jenderal Polisi Lystio Sigit Prabowo institusi Polri semakin dipercaya oleh masyarakat," pungkas Epza.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polri Panggil Abu Janda, Epza : Langkah Positif Terhadap Penegakan Hukum

Terkait

Iklan