Iklan

Iklan

Merasa Diintimidasi Rentenir, IRT Asal Medan Ambil Langkah Hukum

07/02/21, 15:13 WIB Last Updated 2021-02-08T17:02:11Z



MEDAN, NET24JAM.ID - Bukannya hutang berkurang setelah mencicil, seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial JU (39) warga Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan Provinsi Sumatera Utara yang memiliki bisnis sampingan itu, malah hutangnya bertambah dan parahnya Julianti dan keluarga kini merasa diintimidasi oleh oknum rentenir, hingga tidak berani pulang ke rumah.


Akibat merasa diintimidasi yang dialami JU dan keluarga tersebut, akhirnya wanita ini memberikan kuasa hukumnya ke Kantor Advokat Lubis dan Rekan yang berada di  Perumahan Asoka Regident jalan Asoka Raya, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (5/2/2021) lalu.


Rony Ansari Siregar, SH, Ketua Tim Kuasa Hukum Kantor Advokat Lubis dan Rekan, mengatakan bahwa JU yang kini menjadi kliennya, saat ini merasa ketakutan hingga telah 3 hari tak pulang ke rumah dikarenakan intimidasi oleh oknum rentenir berinisial BS beserta suaminya inisial S warga Jalan Cemara Kecamatan Medan Tembung.


Kejadian berawal, JU yang berkenalan dengan BS, pada tahun 2020 yang lalu. Lalu JU meminjam uang sebesar Rp80 juta kepada BS dengan menggadaikan mobil Agya miliknya, dikarenakan membutuhkan pembiayaan untuk bisnis sampingannya.


Ditahun yang sama, JU kembali meminjam uang sebesar Rp150 juta dengan menggadaikan mobil Terios miliknya kepada BS.


"Karena masih memerlukan suntikan dana untuk usahanya, Julianti kembali meminjam uang sebesar 200 juta lagi ke BS, sehingga total hutang Julianti sebesar Rp430 juta," jelas pria berkepala plontos itu, Minggu (7/2/2021).


Rony kembali menerangkan, seiring berjalannya waktu, JU telah beberapa kali mencicil pembayaran hingga mencapai Rp251 juta dan ditambah lagi 100 juta lagi dibayarkan kliennya terhadap BS sehingga kliennya hanya  bisa membawa kembali mobil Agya miliknya.


JU yang sempat terlambat membayar hutang, pada 30 Desember 2020 yang lalu mendatangi rumah BS.


Dalam keadaan diintimidasi pada 31 Desember tahun lalu, JU dipaksa membuat surat pernyataan bahwa jumlah hutangnya sebesar Rp484 juta dan uang sebesar Rp375 juta yang dibayarnya hanya bunga saja dari hutang pokoknya, malah hutangnya hingga Rp484 juta,melebihi hutang pokoknya yang sebesar Rp430 juta.


"Saat itu ada pria yang mengenakan jaket dan mengaku oknum TNI berpangkat Kolonel, sambil menunjukkan sebuah nama satuan khusus TNI, saat itu saya tertekan tak bisa berbuat apa apa lagi,sehingga saya merasa terpaksa menandatangani surat pernyataan hutang saya sebesar 484 juta itu," sambung JU.


Hal yang sama juga disampaikan Rony bahwa dirinya sebagai kuasa hukum dari JU yang mendatangi kediaman BS untuk menyelesaikan hal ini secara kekeluargaan. Akan tetapi, BS menyampaikan bahwa cicilan hutang yang dibayar JU hanya bunganya saja.


Selain itu, Rony memaparkan bahwa JU juga pernah didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai anaknya BS dan mengatakan bila uang yang dipinjam JU milik seorang oknum TNI berpangkat Kolonel yang mengaku-ngaku dekat dengan Kapolda Sumatera Utara dan Wakapolrestabes Medan.


"Saat itu, kita yang berniat menyelesaikan secara kekeluargaan dan minta damai baik-baik, malah mendengar bahwa cicilan yang dibayar JU itu hanya bunga saja dan hangus, serta diharuskan membayar lagi sebesar Rp484 juta, parahnya malah mereka mengancam akan melaporkan JU secara pidana dan menjual nama Oknum TNI berpangkat Kolonel yang dekat dengan dengan Kapolda dan Wakapolrestabes,"jelas Rony.


Mengakhiri keterangannya, Rony kembali menuturkan bahwa pihaknya sebagai kuasa hukum Julianti yang telah mendatangi pihak BS, karena dugaan intimidasi yang dialami JU sebagai klien, akhirnya akan melakukan langkah-langkah hukum. 


"Karena merasa terzalimi dan terancam serta terus diteror, padahal klien kami ingin membayar hutangnya, tapi tidak dengan jumlah yang diminta BS. Seharusnya disesuaikan suku bunga 6 persen per tahun berdasarkan Undang Undang," cetus Rony.


"Tekanan dan makian melalui telpon, karena tak nyaman makanya JU datang ke ke kami. Kita akan mengambil langkah hukum, baik pidana, perdata dan perlindungan hukum kepada instansi TNI dan Polisi terhadap sikap-sikap arogansi yang ditonjolkan oleh orang tersebut. Mereka sendiri mengaku di backup oleh oknum TNI berpangkat Kolonel itu dekat dengan Kapolda dan Wakapolrestabes Medan," pungkasnya.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Merasa Diintimidasi Rentenir, IRT Asal Medan Ambil Langkah Hukum

Terkait

Iklan