Iklan

Iklan

Perdunu Bakal Gelar Festival Santet, Ini Tanggapan Pemuda Muhammadiyah

06/02/21, 21:21 WIB Last Updated 2021-02-06T14:21:58Z

Deklarasi Perdunu

Banyuwangi, NET24JAM.ID - Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) menggelar deklarasi di Kecamatan Songgon, Banyuwangi. 


Tak hanya itu, mereka juga bakal menggelar festival santet dan mengenalkan destinasi mistis dalam program kerjanya.


Menanggapi hal itu, Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur berpandangan bahwa praktik perdukunan telah mengikis nalar ilmiah masyarakat. Itu terjadi karena praktik perdukunan telah mempunyai sejarah yang panjang di Indonesia.


"Dalam konteks Indonesia. Praktik perdukunan punya sejarah panjang. Perdukunan senantiasa dikaitkan dengan praktik politik, medis, karir dan masalah-masalah lain. Tetapi seiring berjalannya waktu, era modern dengan nalar ilmiahnya mereduksi praktik-praktik tersebut. Bahwa hal tersebut masih ada tentunya menjadi tantangan bagi ilmu pengetahuan dan agama," kata Wakil Sekertaris PWPM Jatim Zaki Astofani, Sabtu (6/2/2021).


"Fenomena Perdunu ini menegaskan bahwa masih ada masyarakat yang kurang mempunyai nalar kritis dengan mempercayakan nasibnya atau yang lainnya pada pada ramalan-ramalan tidak rasional," imbuh Zaki.


Menurut Zaki, masih adanya praktik perdukunan juga merupakan otokritik sekaligus tantangan bagi masyarakat modern saat ini. Adapun tantangan itu yakni sejauh mana ilmu pengetahuan mampu hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai solusi masalah yang dihadapi.


"Saya kira itu menjadi semacam kritik buat masyarakat akademik agar ilmu pengetahuan bisa lebih dekat dan berbaur dalam menyelesaikan masalah-masalah krusial di masyarakat," terang Zaki.


(dtk)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Perdunu Bakal Gelar Festival Santet, Ini Tanggapan Pemuda Muhammadiyah

Terkait

Iklan