Iklan

Iklan

Sidang Ketua KAMI Medan Ricuh, Kuasa Hukum : Ada Kejanggalan

11/02/21, 19:02 WIB Last Updated 2021-02-11T12:02:42Z

Sidang Ketua KAMI Medan Secara Virtual Account.

MEDAN, NET24JAM.ID - Bertempat di ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, sidang perkara Register nomor 14 dan nomor 15/Pid.Sus/2020/PN.Mdn, sidang perkara Khairi Amri (KA) dan WRP (Wahyu Rasasi Putri) kembali dilaksanakan secara virtual account dengan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada Rabu (10/2/2021).


Sebelum dibuka oleh Hakim Ketua, sidang sempat terjadi kericuhan antara Penasehat Hukum Khairi Amri (KA) dan WRP (Wahyu Rasasi Putri) dengan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), akibat sudah lama menunggu agar acara sidang, akan tetapi begitu sidang akan   dimulai sarana komunikasi elektronik yang disediakan oleh JPU tidak dapat terkoneksi dengan baik ke Rutan Polda Sumatera Utara tempat tersangka ditahan.


"Sudah sidang yang kedua kali ini pak Hakim, tapi kok imprastrukturnya masih seperti kemaren juga," kata Ari Ardiansyah salah satu tim dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM).


Begitu Hakim ketua Tengku Oyong menyatakan sidang dibuka untuk umum, seketika itu Husni Tamrin Tanjung, koordinator tim hukum KAUM mempertanyakan kembali perihal surat penetapan sidang sebagaimana yang diatur oleh Perma No. 4 Tahun 2020, khususnya Pasal 1 angka (4) dan (5). Akibat dari Pertanyaan tersebut membuat Hakim ketua menjadi marah-marah alias emosional.


Pada sesi terakhir setelah JPU membacakan sangkaan atau Dakwaannya, hakim ketua mempertegas agar  sarana persidangan ditingkatkan. Tolong saudara Jaksa, alat komunikasi sidang ini diperbaiki, kita kasih kesempatan sekali lagi pekan depan dengan cara virtual. Jika tidak efektif juga, lebih baik kita sepakati agar Tersangka digadirkan dalam persidangan ini.


Terpisah, Eka Putra Zakran, tim advokat yang juga Kadiv Infokom KAUM menyampaikan, sangat disayangkan sidang KA dan WRP ini dilaksanakan secara virtual account. 


"Disamping sarana yang disediakan JPU tidak bagus, kita melihat ada yang ganjil tadi di layar monitor bahwa antara KA dan WRP tidak ada jarak, akibat mendengarkan sidang online dari headset dari laptop dan dari Rutan Polda sering putus-putus dan hilang signal," ucap Epza.


"Diluar itu, ada yang janggal, mereka itu kan bukan muhrim. Katanya alasan covid-19, makanya sidang online, eh taunya mereka para tersangka tak berjarak dan ruang sidang juga penuh sesak. Jadi bagus terdakwa dihadirkan saja ke persidangan," tandasnya.


(Rid)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sidang Ketua KAMI Medan Ricuh, Kuasa Hukum : Ada Kejanggalan

Terkait

Iklan