Iklan

Iklan

Sistem Virtual Account, Sidang Perkara Ketua KAMI Medan Dinilai Tak Efektif

02/02/21, 17:33 WIB Last Updated 2021-02-02T10:33:02Z

Tim Hukum KAUM 

MEDAN, NET24JAM.ID - Sidang Perkara No.13/Pid.Sus/2021/PN.Mdn dan Perkara No.15/Pid.Sus/2021/PN.Mdn dengan tersangka Khairi Amri (KA) dan Wahyu Rasasi Putri (WRP) Ketua dan Anggota KAMI Medan dibuka oleh Majelus Hakim secara bersamaan pada di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, pada Selasa (2/2/2021).


Sidang yang dipimpin oleh Majelis hakim, Ketua Tengku Oyong, Syafrial P. Batubara dan J. Simarmata Anggota dibuka sekira pukul 14.15 Wib itu menggunakan sistem persidangan virtual account tanpa hadirnya tersangka di dalam persidangan.


Setelah dibukanya persidangan oleh hakim ketua, maka terjadi perdebatan antara Majelis Hakim, Penasehat Hukum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait persidangan dengan sistem virtual account yang sangat tidak efektif diakibatkan jarak jauh dan sistem media komunikasi yang tersedia tidak menunjang jalannya persidangan, selain bising atau storing, sehingga suasana sidang berjalan efektif, diluar itu para tersangka tidak dapat mendengar persidangan dengan baik.


Husni Thamrin Tanjung, Ketua Tim Hukum dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) selaku penasehat KA dan WRP mempertanyakan kepada Majelis hakim tentang Surat Penetapan Sidang dengan Terdakwa dari rumah Tahanan Polda Sumut, tetapi karena hakim tidak dapat menunjukkan surat penetapan sidang tersebut, maka sidang diskors 10 menit dan Majelis Hakim musyawarah untuk mengambil keputusan.


Ari Ardiansyah, tim hukum KAUM mempertanyakan kepada  JPU, kenapa surat Dakwaan belum diserahkan baik kepada penasehat hukum ataupun kepada para Tersangka.


Sementara itu, Eka Putra Zakran, SH., salah satu tim hukum yang juga Kepala Divisi Informasi KAUM interupsi kepada majelis hakim dan JPU terkait pelaksanaan sidang dengan sistem virtual account tersebut, karena menurutnya sidang perkara KA dan WRP ini bukan sidang biasa tapi ini perkara publik, jadi gak bisa dengan infrastuktur yang biasa, nanti klien dirugikan.


"Yang mulia tolong hadirkan para Tersangka dalam persidangan ini, suara bising dan storing dalam persidangan ini sangat tidak efektif untuk dilanjutkan. Bagaimana mungkin sidang ini dilanjutkan yang mulia, sementara suara bising dan tampak jelas dari dalam virtual account para tersangka tidak mendengar sama sekali apa yang Majelis Hakim bacakan," jelas pria yang akrab disapa Epza ini. 


Sama halnya, lanjut Epza, dengan surat dakwaan JPU, percuma dibacakan jika para tersangka tidak mendengar atau tidak memahami apa yang di dakwakan kepadanya. "Artinya para tersangka nanti pasti akan dirugikan," lanjutnya.


Akibat banyaknya perdebatan dan interupsi yang dari tim Penasehat hukum KA dan WRP baik kepada JPU maupun Majelis Hakim, akhirnya sidang akan dilanjutkan dengan sistem Zoom Meeting pada Rabu 10 Februari 2021 Pukul 10.00 Wib pekan depan. 


"Majelis hakim berjanji akan menyiapkan  surat penetapan sidang sekaligus mengambil palu dan menyatakan sidang ditunda pekan depan," tutup Epza.



(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sistem Virtual Account, Sidang Perkara Ketua KAMI Medan Dinilai Tak Efektif

Terkait

Iklan