Iklan

Iklan

DPO Selama 6 Tahun, Polres Dairi Ciduk Pelaku Pembunuhan.

25/03/21, 21:00 WIB Last Updated 2021-06-18T10:17:27Z

Dairi, NET24JAM.ID - Polsek Tingalingga gelar Konfrensi Pers penangkapan DPO kasus penganiayaan yang terjadi 6 tahun lalu di Dusun Lau Kitik, Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi yang menyebabkan korbannya bernama Wasinton Tampubolon meninggal dunia. Tersangka LN 35 Tahun ditangkap di rumah kakaknya di Dusun Lau Kitik pada hari Selasa 23/3/2021.


“Pelaku sudah 6 tahun DPO dan selama ini tinggal di Palembang Sumatera Selatan,” Tegas Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting SIK. MH, melalui Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo didampingi Kanit Res Ipda Rukur Dabutar dan Kasubbag Humas Polres Dairi Iptu Donni Saleh, Kamis 25/3/2021.


Dituturkannya, kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia terjadi pada, 03 April 2015. Kejadian tersebut berawal ketika tersangka LN bertemu dengan korban Wasinton Tampubolon di warung milik Mak Marsel Desa setempat. Selanjutnya korban bersama temannya Ojak Siburian dengan mengendarai sepeda motor hendak pergi dan mengajak tersangka jalan-jalan. Ajakan itu pun dijawab tersangka “duluan lah kalian”.

Namun, korban malah mengatakan bahasa kotor (bujxxx inxxx), sehingga membuat tersangka emosi dan mengatakan kepada korban “apa maksudmu” yang dijawab oleh korban “apa mau mu, ayo main kita”, tantangan itu pun dijawab tersangka “Ayo”.

Ketika hendak pergi, orang tua (mamak) Ojak Siburian yang melihat keributan itu memanggil anaknya dan melarangnya untuk ikut campur, sehingga Ojak Siburian turun dari sepeda motor dan tidak ikut pergi. Korban pun pergi sendiri dengan sepeda motornya dan tersangka mengikutinya dari belakang. Setibanya korban di depan rumahnya tersangka langsung menangkap korban hingga terjatuh bersama sepeda motornya.

Tersangka selanjutnya memegang leher korban dan menghantamkan kepala korban ke aspal jalan, merasa kurang puas tersangka kembali menumbuk kepala korban dengan tangan berulang kali hingga tak sadarkan diri. Warga dan keluarga korban selanjutnya membawa korban ke Puskesmas untuk mendapat perawatan, karena lukanya cukup para korban di bawa ke RSUD Sidikalang dan di rujuk di salah satu rumah sakit di Medan hingga meninggal dunia.

“Takut di laporkan ke Polisi, tersangka kemudian lari ke Medan dengan meninggalkan istrinya yang baru dinikahi dua bulan. Karena mendapat kabar kalau korban telah meninggal dunia, tersangka melarikan diri lagi ke Palembang,” terang SP Siringoringo.

Mendapat informasi dari keluarga korban, kalau tersangka pulang ke rumah orang tuanya di Dusun Lau Kitik, pada hari Selasa (23/3/2021) Kapolsek Tigalingga bersama personel Reskrim melakukan penangkapan terhadap tersangka yang saat itu berada di rumah kakaknya.

“Tersangka sudah kami mintai keterangan dan mengakui perbuatannya. Tersangka sudah kami jebloskan ke jeruji besi Polsek Tigalingga untuk proses hukum selanjutnya,” kata SP Siringoringo.

Ditambahkan Kapolsek Tigalingga, atas perbuatannya tersangka dipersangkakan Pasal 351 ayat 3 KUHPidana, barang siapa dengan sengaja melakukan penganiayaan yang menyebabkan matinya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 Tahun.

Kepada wartawan, tersangka mengatakan menyesali perbuatannya, selama di perantauan pun ia selalu dihantui rasa bersalah. Untuk menebus kesalahannya dan ingin menyelesaikan masalahnya, ia mengaku sengaja pulang ke kampung.

“Saya menyesal telah menganiaya korban hingga meninggal dunia, saya sengaja pulang kampung untuk menyelesaikan masalah ini,”  ucap LN penuh penyesalan.

Selama dalam pelariannya di Palembang, tersangka mengaku bekerja sebagai supir truk serta telah menikah lagi dan memiliki satu orang anak. (MB Napitupulu)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DPO Selama 6 Tahun, Polres Dairi Ciduk Pelaku Pembunuhan.

Terkait

Iklan