Iklan

DPRD Medan Diminta Sikapi dugaan Produk Kadaluarsa di Irian Supermarket

Redaksi
12/03/21, 21:23 WIB Last Updated 2021-03-12T14:23:01Z

ilustrasi

Medan, NET24JAM.ID - Permasalahan yang dihadapi konsumen Indonesia khususnya di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, tidak hanya sekedar bagaimana memilih barang, akan tetapi 

jauh lebih kompleks dari itu yaitu menyangkut kesadaran semua pihak, baik itu pengusaha, pemerintah, maupun konsumen sendiri tentang pentingnya perlindungan konsumen. 


Beberapa jenis produk pangan bisa menjadi masalah bagi kesehatan yang apabila lalai atau tidak berhati-hati pembuatannya, atau memang lalai untuk tetap mengedarkan, atau sengaja tidak menarik produk pangan yang sudah 

kadaluwarsa. 


Kelalaian tersebut erat kaitannya dengan kemajuan di bidang industri yang menggunakan proses produksi dan distribusi barang yang semakin kompleks. 


Dalam sistem mekanisme yang demikian, produk pangan dapat saja 

membahayakan kesehatan konsumen, sehingga diperlukan instrumen yang membuat standar perlindungan hukum yang tinggi dalam proses dan distribusi produk.


Kali ini, diduga produk kadaluarsa dialami oleh seorang anak laki-laki berinisial MSJ alias S (korban-red).


M Syafii Nasution selaku orang tua korban, dirinya menjelaskan bahwa anaknya tanpa disadari sebelumnya sudah mengkonsumsi makanan jenis roti dengan merek Sari Roti sudah kadaluarsa yang dibeli di Supermarket Irian Medan.


Dia mengaku hal tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Medan Kota meskipun kasus ini terkesan masih lamban dalam proses hukumnya.


"Kami (keluarga korban-red) sudah buat laporan ke Polsek Medan Kota, sesuai dengan STTLP/28/K/I/2021/SPKT/SEK MEDAN KOTA, tertanggal 18 Januari 2021 sekira pukul 14.16 Wib," ujar Syafii kepada wartawan, pada Kamis (11/3/2021).


Syafii menerangkan kejadian bermula saat ibu korban membeli Sari Roti di Irian Supermarket Jalan HM Joni simpang Pasar Merah Medan Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa 5 Januari 2021.


"Sesampainya di rumah ibu korban baru mengetahui Sari Roti itu sudah kadaluarsa tanggal 4 Januari 2021 dan dibeli tanggal 5 Januari 2021," terangnya.


"Usai konsumsi makanan kadaluarsa tersebut, anak saya (korban-red) mengalami sakit di bagian perut, lalu segera kami bawa ke klinik terdekat guna mendapatkan perawatan medis," sambung Syafii.


Dia berharap agar kepada pihak Kepolisian khususnya Polsek Medan Kota melakukan penegakan hukum seadil-adilnya.


"Kami berharap agar pihak Kepolisian menegakkan hukum seadil-adilnya, kepada DPRD Kota Medan dan BPOM kami meminta sekiranya menyikapi kasus ini," tandasnya.


Terpisah, saat dikonfirmasi awak media melalui via handphone, Marwan, SH., selaku salah satu kuasa hukum Irian Supermarket, dirinya mengatakan bahwa kasus ini sudah keranah hukum dan menyarankan agar langsung mengkonfirmasi pihak Polsek Medan Kota.


"Kasus ini sudah keranah hukum, jadi silahkan konfirmasi langsung pihak Polsek Medan Kota," katanya kepada net24jam, Kamis (11/3/2021).


Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media terkait kelanjutan kasus ini, Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadan belum memberikan keterangan lebih lanjut.


(Ridwan)  

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DPRD Medan Diminta Sikapi dugaan Produk Kadaluarsa di Irian Supermarket

Terkait

Iklan