Iklan

Iklan

Ketua LPA Simalungun Kecam Oknum Guru Hukum Murid Minum Air Closed WC

09/03/21, 16:42 WIB Last Updated 2021-03-09T09:42:48Z



Simalungun, NET24JAM.ID - Pasca mendengar dan menerima laporan kekerasan terhadap anak dari para orangtua korban Ketua LPA simalungun Ida Halanita Damanik, SHut., pada Senin (8/3/2021) sekira pukul 13.30 Wib investigasi langsung ke rumah para korban sedot WC di Gunung Maligas


Didampingi seorang temannya, Korban pertama yang dikunjungi Ida Halanita Damanik, SHut adalah GD (12) putra DAD.


"Boukan terima laporan, apa betulnya abang dihukum suruh sedot WC," tanya Nita.


"Betul bou," jawab GD dengan polosnya sambil mengangguk.


"Siapa yang suruh," tanya nita lagi.

"Guru agama bou," jawabnya.


Sementara DAD orangtua korban menyambut gembira investigasi Plt LPA Simalungun kepada para korban dan mengharap keadilan dan perlindungan hukum kepada anaknya


"Semoga hukum dan keadilan dapat ditegakkan, saya bersukacita dan sangat mengapresiasi kedatangan Plt LPA Simalungun untuk turun langsung melihat para korban," jelas DAD.


Diberitakan sebelumnya, seorang oknum guru agama yang notabene mengajarkan akhlakul karimah malah berbuat keji dan zhalim terhadap anak didiknya.


Hanya dikarenakan tidak bisa menghafal ayat yang ditugaskan, N Br P guru agama yang bertugas di SD Negeri 091264 Dolok Malela Kecamatan gunung Maligas diduga tega menghukum muridnya meminum air closed WC dengan sedotan yang sengaja dibeli oleh oknum guru tersebut dan menyuruh muridnya yang lain untuk mengawasinya.


Tak terima anaknya diperlakukan demikian, 5 wali murid yang anaknya menjadi korban diantaranya A (38) warga Marihat Lela, DAD (54), M (36), W (39),  P (40), datang ke Unit PPA Polres Simalungun untuk konseling dan diarahkan untuk membuat pengaduan masyarakat, pada Senin (15/2/2021) lalu.


Dalam surat pengaduannya kelima orang tua dari murid yang menjadi korban memohon keadilan dan perlindungan hukum kepada Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, SIK., atas perlakuan N Br. Purba terhadap anak mereka yang disuruh minum air Closed WC akibat tidak bisa menghafal.


Usai mengunjungi para korban Nita menjelaskan kepada awak media maksud kedatangannya hanya untuk memastikan kejadian tersebut kepada para korban dan saksinya.


"ini kekerasan yang luar biasa biadab, dan saya mengecam keras tindakan guru agama ini, bukan hanya satu anak tetapi 10, bayangkan aja kalau anak kita yang dihukum seperti itu, bagaimana perasaan kita, tadi pagi saya coba konfirmasi masalah ini kepada yang bersangkutan, dan dari bahasanya seperti bukan guru bahkan borunya yang dokter dikerinci itupun bahasanya seperti preman di pasar dan menganggarkan deking dalam kasus ini," ungkapnya.


"Mau jadi apa bangsa ini kalau akhlak gurunya aja seperti ini, sudah jelas korbannya bukan 1 tapi 10 masih mengelak, fikir logika ajalah bang, saya akan dampingi kasus ini sudah sejauh mana pengaduan Dumas ini di Polres dan saya minta UU perlindungan Anak untuk menjerat pelaku, dan masalah anak ini tanggung jawab saya," tegas Nita.


(Bambang)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketua LPA Simalungun Kecam Oknum Guru Hukum Murid Minum Air Closed WC

Terkait

Iklan