Iklan

Iklan

Tega Hukum Murid Minum Air Closed WC, Oknum Guru di Simalungun Dipolisikan

08/03/21, 10:04 WIB Last Updated 2021-03-08T03:04:05Z



Simalungun, NET24JAM.ID - Kementerian Agama Kabupaten Simalungun kembali terguncang, masih segar diingatan kita kasus kekerasan fisik yang terjadi di Pesantren Al Barokah Nagori Silinduk Kecamatan Dolok Batu Nanggar belum lagi selesai, kembali terjadi kasus kekerasan anak yang mencoreng dunia pendidikan oleh guru agama yang bernaung di lingkungan Kemenag.


Mirisnya hal ini dilakukan oleh seorang guru agama yang notabene mengajarkan akhlakul karimah malah berbuat keji dan zholimi terhadap anak didiknya, hanya dikarenakan tidak bisa menghafal ayat yang ditugaskan, N Br P guru agama yang bertugas di SD Negeri 091264 Dolok Malela Kecamatan gunung Maligas diduga tega menghukum muridnya meminum air closed WC dengan sedotan yang sengaja dibeli oleh oknum guru tersebut dan menyuruh muridnya yang lain untuk mengawasinya


Tak terima anaknya diperlakukan demikian, 5 wali murid yang anaknya menjadi korban diantaranya A (38) warga Marihat Lela, DAD (54), M (36), W (39),  P (40), datang ke Unit PPA Polres Simalungun untuk konseling dan diarahkan untuk membuat pengaduan masyarakat, pada Senin (15/2/2021) lalu.


Dalam surat pengaduannya kelima orang tua dari murid yang menjadi korban memohon keadilan dan perlindungan hukum kepada Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, SIK atas perlakuan N Br. Purba terhadap anak mereka yang disuruh minum air Closed WC akibat tidak bisa menghafal.


Menurut DAD Kejadian ini terjadi saat masih belajar tatap muka sekitar bulan Februari 2020 sebelum sistem belajar daring akibat pandemic, dan baru terungkap Januari 2021 berawal dari percakapan group WA guru agama tersebut dengan para orangtua murid


"Siapa yang rela anaknya dihukum minum air wc pak?! jelaslah kami tak terima, di rumah anak kami disayang-sayang, disekolah malah di begitukan," jelas Dad, pada Senin (8/3/2021).


Kakankemenag Kabupaten Simalungun melalui Kasipendis Utuh Samiyono saat dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu menjelaskan sudah ada kesepakatan untuk berdamai 


"Sudah ada kesepakatan untuk berdamai mas, dan ibu itu dihadapan saya dan pengawasnya  sudah mengakui bahwa hal itu memang ada dilakukannya, dan ia meminta maaf tapi entah mengapa hingga kini belum ada kesepakatan di kedua belah pihak," jelasnya baru-baru ini.


Menanggapi hal ini praktisi hukum Adv Ikhsan Gunawan SH angkat bicara kepada awak media Minggu (7/3/2021) tentang hukuman guru agama yang dinilai kurang manusiawi apalagi dilakukan oleh seorang guru agama.


"Hal ini menurut saya sudah diluar kewajaran dengan menghukum murid meminum air wc, apapun itu sudah termasuk perundungan dan kekerasan terhadap anak dan hal tersebut telah bertentangan dengan Pasal 28B UUD 1945 yang menyatakan, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, juga dengan Pasal 76C UU 35/2014 : Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak," terang Ikhsan.


Sebelumnya awak media berusaha menghubungi guru bersangkutan melalui pesan whatsapp tetapi malah diblokir begitu juga Kepala SD Negeri 091264 Dolok Malela Dermala Purba, SPd saat dikonfirmasi awak media hingga berita ini diterbitkan juga belum memberikan jawaban juga memblokir nomor kontak awak media.


(Bambang)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tega Hukum Murid Minum Air Closed WC, Oknum Guru di Simalungun Dipolisikan

Terkait

Iklan