Iklan

6 Bulan Kasus Kekerasan Anak Tak Kunjung Selesai, Ada Apa dengan Polres Simalungun?

Redaksi
21/04/21, 12:45 WIB Last Updated 2021-06-18T04:09:07Z



Simalungun, NET24JAM.ID - Sudah berjalan 6 bulan namun penyelesaian kasus kekerasan anak yang dialami AP (14) di Pesantren Al Barokah Nagori Silinduk Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun hingga kini belum juga selesai dan hal ini menimbulkan banyak pertanyaan bagi yang memantau dan mengikuti perkembangannya, ada apa di kasus ini?


Sejak dilaporkan orang tua korban, NS. Br Lubis (41) warga Kelurahan Melayu Pematangsiantar pada 23 Oktober 2020 lalu ke Unit PPA Polres Simalungun dengan no : STPL/169/X/2020/SU/Simalungun, proses hukum kasus kekerasan fisik yang menimpa anaknya seolah-olah jalan ditempat padahal pemeriksaan korban dan saksi-saksi tersebut telah selesai.


Hal ini disampaikan NS Br. Lubis kepada NET24JAM.ID, pada Selasa (20/4/2021) sekira pukul 17.00 Wib di seputaran jalan Diponegoro Pematangsiantar dan menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Unit PPA Polres Simalungun.


"Banyak kali alasannya mas, dan seolah-olah nasib anak saya dipermainkan, anak saya lho yang menjadi korban, apa mereka tidak berfikir gimana pendidikan anak saya kalau begini terus, ada apa ini?,  kita lihat nanti di tanggal yang dijanjikan, jika tidak ada tindakan mereka, kami akan laporkan langsung ke Propam Polda Sumatera Utara," terang br Lubis Gusar.


Sementara Ikhsan Gunawan, SH., selaku penasehat hukum korban, kepada NET24JAM.ID saat dikonfirmasi sudah sejauh mana kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Pondok Pesantren Al Barokah yang juga sebagai kliennya Selasa (20/4/2021) sangat menyayangkan lambatnya proses hukum yang dialami kliennya.


"Seharusnya kasus yang dialami klien saya sudah selesai sesuai Perkapolri 14/2012 disebutkan bahwa waktu penyelesaian penyelidikan berdasarkan bobot perkara, dan kasus yang terjadi pada klien saya bisa dibilang yang sedang, dengan waktu 60 hari kerja,"jelas ikhsan


Bahkan ikhsan lebih lanjut mengharapkan PPA Polres Simalungun lebih giat dan profesional menjalankan tugasnya sebagai Aparat Penegak Hukum


"Walaupun tidak ada batas kadaluarsanya, tetapi Perkapolri 14/2012 seharusnya menjadi acuan mereka untuk menyelesaikan proses hukum yang mereka lidik. 


"Apalagi tindak pidana yang menyangkut kekerasan terhadap anak, dan kiranya kasus ini menjadi atensi bagi bapak Kapolda terhadap jajarannya," terang Ikhsan lagi.


Kasatreskrim Polres Simalungun AKP. Rahmad Aribowo, SIK saat dikonfirmasi awak media terkait kasus ini hingga berita ini diterbitkan belum dapat memberikan keterangannya


Begitu juga Kapolres Simalungun AKBP. Agus Waluyo, SIK saat dikonfirmasi awak media sebelumnya Senin (19/4/2021) terkait lambatnya proses hukum yang dialami AP (14) yang sudah 6 bulan tak kunjung selesai hingga kini pun belum memberikan keterangan lebih lanjut.


(Bambang)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 6 Bulan Kasus Kekerasan Anak Tak Kunjung Selesai, Ada Apa dengan Polres Simalungun?

Terkait

Iklan