Iklan

Iklan

Kapolri : Usut Tuntas Mafia Tanah, Korban Minta Polda Sumut Tangkap Pelaku

Redaksi
20/04/21, 05:05 WIB Last Updated 2021-06-18T04:10:01Z

Kuswandy memperlihatkan bukti laporannya saat di depan gedung SPKT Polda Sumut, Senin (19/4/2021).


Medan, NET24JAM.ID - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus tindak pidana mafia tanah di seluruh Indonesia.


Sikap tegas Kapolri tersebut mendapatkan apresiasi, ekspektasi yang luas di tengah-tengah masyarakat pencari keadilan terutama atau khususnya di bidang agraria pertanahan. 


Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan saat ini pihaknya berupaya mengoptimalisasi peran Propam serta melakukan transformasi pengawasan. Polri siap mendukung penegakan kepastian hukum Kementerian ATR/BPN, salah satunya terkait pemberantasan mafia tanah.


"Propam presisi sebagai bagian dari upaya untuk menindaklanjuti dan mengimplementasikan program dalam rangka mewujudkan Kepolisian presisi, dan kegiatan ini bagian dari transformasi pengawasan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi," terang Kapolri belum lama ini.


Terkait permasalahan adanya dugaan praktek mafia tanah tersebut, hal ini menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen baik aparat penegak hukum, instansi pemerintah dan swasta maupun masyarakat di Provinsi Sumatera Utara.


Dikatakan demikian, adanya dugaan praktek-praktek sindikat mafia tanah kembali menerkam mangsanya salah satunya bernama Kuswandy.  


Kuswandy (44), warga Cluster Monaco Village Blok Monaco, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, membuat Laporan Polisi (LP) ke Polda Sumatera Utara (Sumut) dengan Nomor : LP/B/711/VI/2021/SPKT/POLDA SUMUT, tanggal 19 April 2021.


Dia melaporkan Muhammad Taufik Nasution Cs, karena diduga telah menyerobot tanahnya di Jalan Perbatasan/Suka Murni, Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.


"Saya datang ke Polda Sumut untuk melaporkan Muhammad Taufik Nasution Cs, karena diduga telah menyerobot lahan saya," kata Kuswandy usai membuat LP di depan gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, Senin (19/4/2021) siang.


Menurut dia, penyerobotan itu bermula dari adanya perjanjian kerjasama bangun bagi di atas tanah miliknya dengan M Taufik Nasution pada 2017 lalu. 


Lahan tanah itu seluas 2.400 M2, yang dibagi tiga bidang, dengan masing-masing luasnya adalah kurang lebih 800 m2 sehingga total keseluruhan sekira 2.400 m2.


Dari luas lahan sekira 2.400 m2 itu, kedua belah pihak mendapat masing-masing 9 bangunan rumah. Namun, hingga batas akhir perjanjian selama 18 bulan, terlapor tak dapat memenuhi janjinya.


"Tapi, sekarang di atas lahan saya itu sudah berdiri 9 bangunan rumah, dua sudah ditempati penghuninya, sedangkan 7 lagi dalam proses pembangunan. Diduga dia (terlapor) sudah menjual lahan saya itu kepada orang lain," sebut Kuswandy yang mengaku merugi sekira Rp 4,8 miliar.


Dia menduga, Muhammad Taufik Nasution Cs sebagai mafia tanah yang telah menyerobot miliknya. Karenanya, dia meminta Polda Sumut untuk segera menangkap pelaku.


"Apalagi, Bapak Kapolri telah bertekad untuk memberantas mafia tanah. Saya harap Polda Sumut dapat bergerak cepat menangkap pelaku yang diduga sindikat mafia tanah. Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian Bapak Presiden Jokowi," ungkap Kuswandy.


"Saya meyakini, Polda Sumut akan dapat mengungkap para pelaku yang diduga sindikat mafia tanah dalam kasus penyerobotan tanah saya ini secara objektif dan terang benderang," pungkasnya.


Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A Djalil menekankan pentingnya peran Polri dalam penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan hingga kasus mafia tanah untuk menyelesaikan konflik agraria di Indonesia.


"Kami mencoba menyelesaikan secara sistematik. Kementerian ATR/BPN coba selesaikan di hulu yaitu dengan melakukan pendaftaran tanah. Dengan begitu, ke depan diharapkan sudah tidak ada lagi sengketa karena semua tanah sudah jelas identitasnya," kata Menteri ATR Sofyan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dikutip Antara.


"Dengan kerja sama yang baik antara kami dengan Polri sekarang sangat membantu, khususnya dalam pemberantasan mafia tanah yang sudah ratusan kasus kita selesaikan," kata Menteri ATR itu.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kapolri : Usut Tuntas Mafia Tanah, Korban Minta Polda Sumut Tangkap Pelaku

Terkait

Iklan