Iklan

Masyarakat Silahi Sabungan Risau, Nasib KJA Nasib Masyarakat Silahi Sabungan Juga.

19/04/21, 23:11 WIB Last Updated 2021-06-21T03:33:09Z

Silalahi, NET24JAM.lD - Amon Situngkir yang mengwakili Raja Turpuk dari Situngkir (Raja Turpuk adalah Seseorang yang di pilih oleh sekumpulan marga menjadi raja atas/mengwakili marga mereka) mengatakan bahwa Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Kecamatan Silahi Sabungan sangat penting di karenakan menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat Silahi Sabungan sehingga KJA ini perlu karena dapat menambah Volume ikan di Silahi Sabungan. KJA hanya perlu penataan, bukan pengurangan apa lagi penutupan, pernyataan ini di sampaikan langsung kepada awak Media kami pada hari Sabtu 17/04/2021.


Jika ada pernyataan dari yang mengatasnamakan Raja Turpuk Silalahi Sabungan, dari marga Sidabariba itu Saya bantah, sebab dia mengatasnamakan Raja Turpuk Silahi Sabungan. Dia belum ada kordinasi untuk membicarakan permasalahan KJA ini kepada Tujuh (7) Raja Turpuk di yang lain. Kalau dia berbicara pada media cetak dan online pada tanggal 17/04/2021, itu atas nama Pribadi, bukan atas nama Raja Turpuk Silalahi Sabungan.


Ada 8 Raja Turpuk di Silahi Sabungan, kalau dia keberatan cukup bawak marganya saja jangan di katakan Raja Turpuk Silalahi Sabungan, tolong di tarik pernyataan yang mengatasnamakan Raja Turpuk Silalahi Sabungan, itu hanya dari Raja Turpuk marga Sidabariba, jangan sampai menimbulkan kegaduhan pada masyarakat Silahi Sabungan, dan saya sangat keberatan atas komentar dan pernyataan beliau.

Saya meminta agar Jala Sidabariba meminta maaf kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Silahi Sabungan dan menarik ucapannya dari Media cetak dan online yang terbit pada hari Sabtu 17 April di 2021 tersebut, ucapnya.

Sedangkan dari Tokoh masyarakat Turpuk Sipakkar, MS Sipakkar mengatakan KJA yang ada di Silahi Sabungan itu masyarakat Kecil, hanya untuk bertahan hidup.

Sedangkan yang harus di tertibkan terlebih dahulu seharusnya mereka yang menyumbangkan pencemaran terbesar di Danau Toba yaitu, PT Aquafarm dan Suri Tani Pamuka (STP) Keramba Jaring Apung mereka memiliki diameter 20x20 meter dan dapat menghasilkan 60 ton ikan, 50x50 meter menghasilkan 100-120 ton ikan sedang milik masyarakat berukuran 5x5 yang hanya menghasilkan 1,2 ton ikan perpetak/lobang.

Beliau menyampaikan bahwa masyarakat lebih sejahtera ketika ada Keramba Jaring Apung (KJA) di bandingkan dengan sebelum adanya KJA, ucapnya.

Jangan tebang pilih, tumpul keatas, tajam kebawah, ujar seorang Tokoh Pemuda Kecamatan Silahi Sabungan M Situngkir dengan tegas, sambutnya menambahkan dalam wawancara kepada kami tiba-tiba.

Kalian harus tahu, kami mau ditata, mau di bina, tapi jangan "Di Binasakan" sebutnya dengan lantang.

Kalau para Perusahaan KJA yang ada di Danau Toba bayar Pajak, kami juga mau di kenakan biaya Pajak.

Tolonglah kami Bapak Jokowi, Bapak Menteri, Bapak Bupati Dairi, DPRD tingkat ll Kabupaten Dairi dan dinas terkait, kami hanya masyarakat kecil, yang hasil dari KJA kami hanya untuk makan, menyekolahkan anak-anak dan hidup sejahtera di tanah leluhur kami, tuturnya sambil meneteskan air mata. (MB Napitupulu)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Masyarakat Silahi Sabungan Risau, Nasib KJA Nasib Masyarakat Silahi Sabungan Juga.

Terkait

Iklan