Iklan

Polda Sumatera Utara Dalami Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah di Medan

Redaksi
30/04/21, 22:33 WIB Last Updated 2021-06-18T04:07:36Z

  

Medan, NET24JAM.ID - - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mulai mendalami kasus dugaan penyerobotan tanah di Jalan Perbatasan/Jalan Suka Murni Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor, Medan Sumatera Utara.


Pendalaman itu berupa pemeriksaan korban dan saksi yang dilakukan oleh penyidik Subdit III Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumatera Utara.


"Kami datang untuk memberikan keterangan sebagai pelapor atau saksi korban tentang legalitas Akta Jual Beli (AJB) dan kepemilikan sertifikat," ujar Jhon Feryanto selaku Tim Kuasa Hukum Kuswandy, Jumat (30/4/2021).



Dia memaparkan Kuswandy yang diduga korban penyerobotan tanah memberikan keterangan kepada penyidik Subdit III Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut seputar adanya akta jual beli lahan milik korban yang telah diserobot dan kepemilikan sertifikat.


"Yang saya ketahui, hari ini ada juga pemeriksaan saksi yang mengetahui adanya jual beli lahan tersebut," sebut Jhon Feryanto.


Jhon mengatakan bahwa pihaknya meminta keadilan kepada Polda Sumut agar hak korban yang selama ini sudah diambil alih oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.


"Kita juga meminta kepada Polda Sumut agar segera memproses kasus ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ungkapnya.


Disela-sela peninjauan lokasi tanah yang diduga diserobot itu, Tim Kuasa Hukum korban melihat adanya SIMB atas Kuswandy, Jhon Feryanto meyakini bahwa kliennya masih berhak atas tanah tersebut.


"Terpampang adanya SIMB atas nama klien kami (Kuswandy-red) sudah jelas mempertegas bahwa tanah ini milik Kuswandy," sebutnya.


Sebelumnya, Kuswandy (44), warga Cluster Monaco Village Blok Monaco, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, membuat Laporan Polisi (LP) ke Polda Sumatera Utara (Sumut) dengan Nomor : LP/B/711/VI/2021/SPKT/POLDA SUMUT, tanggal 19 April 2021.


Dia melaporkan Muhammad Taufik Nasution Cs, karena diduga telah menyerobot tanahnya di Jalan Perbatasan/Suka Murni, Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.


Menurut dia, penyerobotan itu bermula dari adanya perjanjian kerjasama bangun bagi di atas tanah miliknya dengan M Taufik Nasution pada 2017 lalu. 


Lahan tanah itu seluas 2.400 M2, yang dibagi tiga bidang, dengan masing-masing luasnya adalah kurang lebih 800 m2 sehingga total keseluruhan sekira 2.400 m2.


Dari luas lahan sekira 2.400 m2 itu, kedua belah pihak mendapat masing-masing 9 bangunan rumah. Namun, hingga batas akhir perjanjian selama 18 bulan, terlapor tak dapat memenuhi janjinya.


Tapi, sekarang di atas lahan saya itu sudah berdiri 9 bangunan rumah, dua sudah ditempati penghuninya, sedangkan 7 lagi dalam proses pembangunan. Diduga dia (terlapor) sudah menjual lahan saya itu kepada orang lain," sebut Kuswandy yang mengaku merugi sekira Rp 4,8 miliar.


Dia menduga, Muhammad Taufik Nasution Cs sebagai mafia tanah yang telah menyerobot miliknya. Karenanya, dia meminta Polda Sumut untuk segera menangkap pelaku.


"Apalagi, Bapak Kapolri telah bertekad untuk memberantas mafia tanah. Saya harap Polda Sumut dapat bergerak cepat menangkap pelaku yang diduga sindikat mafia tanah. Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian Bapak Presiden Jokowi," ungkap Kuswandy.


Saya meyakini, Polda Sumut akan dapat mengungkap para pelaku yang diduga sindikat mafia tanah dalam kasus penyerobotan tanah saya ini secara objektif dan terang benderang," pungkasnya.

[Ridwan]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polda Sumatera Utara Dalami Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah di Medan

Terkait

Iklan