Iklan

Poldasu Hadiri Penarikan dan Pembongkaran KJA Silahi Sabungan

29/04/21, 18:40 WIB Last Updated 2021-06-21T03:41:33Z

 Silalahi, NET24JAM.lD - Pemkab Dairi yang dipimpin oleh Bupati Dairi Edi Keleng Berutu melakukan pembersihan dan penarikan Keramba Jaring Apung (KJA) warga Kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara pada hari Kamis tanggal 29/04/2021.


Kegiatan Penarikan Keramba Jaring Apung ini hadiri oleh Kapoldasu Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Pangdam l/BB Mayjen Hassanudin, SIP, MM, serta Polres Dairi dan Jajarannya, Dandim 0206 Dairi beserta Jajarannya, Kejaksaan Tinggi Sumut, dan Pemkab Dairi dan Jajarannya.


Rombongan Kapoldasu berserta Pangdam l/BB tiba di Debang Resort pukul 16.25 langsung bertemu para Petani KJA, mengucapkan " Horas Tulang" ucap Kapoldasu dengan senyum lebar, saya sangat senang berada di tengah-tengah masyarakat Silahi Sabungan ini orangnya ramah-ramah dan dengan senang hati telah merelakan Keramba Jaringan Apungnya untuk di tarik dan dibongkar.


Kapoldasu juga menyampaikan agar bagi KJA yang sudah di tarik dan dibongkar jangan di pasang kembali.

Kapoldasu menyerahkan secara simbolis dana kompensasi kepada Petani KJA yang Kerambanya ditarik dan dibongkar.


Dalam Penarikan Keramba Jaring Apung (KJA) warga, ada 58 KJA atau Petak yang di tarik dan dibongkar dari 12 orang Petani KJA, dari 3292 Petak/lobang yang ada di seluruh Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.


Masyarakat dengan ikhlas hati memberikan Keramba Jaring Apungnya untuk di tarik, untuk mengurangi populasi KJA yang ada.

Pemkab Dairi telah bernegosiasi dalam pembongkaran KJA tersebut.

Pihak Pemkab Dairi telah menawarkan lima juta (5.000,000,-) Perlobang/ petak kepada pihak pemilik Keramba yang di tarik untuk dibongkar.

Menurut Pangaribuan sebagai Bendahara Asosiasi KJA Silahi Sabungan mengatakan kepada Awak Media ini bahwa kedepannya untuk dikaji ulang atas SK Bupati Dairi tertanggal 19 April 2021.

Karena kami para petani KJA merasa dirugikan dengan SK Bupati tersebut yang menzonakan perairan Silahi Sabungan, sementara di PP 81 ada mengatur ZONA budidaya, apalagi di tengah masa Pendemi Covid-19 yang melanda Negeri ini.

Bagi kami sangatlah sulit menerima kata Zero atau mengalihkan profesi kami ke usaha yang lain, sebab masa sekarang masa yang sulit untuk mencari perkerjaan, kita pelaku KJA untuk bertahan hidup saja sudah syukur untuk saat ini.

Kami mendukung program Pemerintah di segi mengurangi Pengangguran, Karena kami bisa merekrut beberapa orang sebagai tenaga kerja dan mendukung program wisata yang sedang di canangkan pemerintah saat ini.

Tetapi alangkah baiknya wisata dapat berdampingan dengan KJA, misalnya di kuliner saya rasa ikan nila salah satu penunjang wisata kuliner.

Pangaribuan menambahkan bahwa yang pastinya kami masyarakat Silahi Sabungan terkhusus petani KJA menolak penutupan KJA dan tetapi kami mau di tata atau di Zonakan bukan dizerokan, tutup Pangaribuan dengan nada tegas. (MB Napitupulu)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Poldasu Hadiri Penarikan dan Pembongkaran KJA Silahi Sabungan

Terkait

Iklan