Iklan

Miris! Potret Buram Pelayanan Kesehatan di Medan Kembali Terjadi

Redaksi
29/05/21, 09:34 WIB Last Updated 2021-06-11T13:06:33Z

Eka Putra Zakran, SH.

Medan, NET24JAM.ID - Disaat seluruh elemen aparat penegak hukum, pemerintahan, parlemen, medis dan masyarakat sedang gencar-gencarnya dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Covid-19, disaat itu pula muncul berbagai permasalahan seputaran pelayanan kesehatan khususnya di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.


Dikatakan demikian, mulai dari temuan pemakaian antigen bekas di Bandara Kuala Namu dan lapangan merdeka Medan hingga jual beli vaksin secara ilegal yang diduga dilakukan oleh petugas medis.


Tak hanya itu, belum lama ini beredarnya kabar didalam sebuah video yang sempat viral seorang pasien sekarat hingga meninggal dunia di RSUD Pirngadi Medan, disebut-sebut akibat tabung oksigen yang diberikan diduga tidak berisi alias kosong. 


Berawal, seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan, Sumatera Utara pingsan setelah dimarahi keluarga pasien dan dituduh berikan oksigen kosong.


Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (26/5/2021) malam dan terekam di sebuah video berdurasi 56 detik yang viral di media sosial.


Sebelum perawat tersebut pingsan, telihat beberapa tenaga medis sibuk menangani pasien dan salah satunya membawa tabung oksigen.


Namun pria dalam video tersebut terlihat marah dan menyebut tabung oksigen yang dibawa kosong.


“Tabung kosong ini, tabung kosong, enggak ada tekanan,” teriak pria dalam video itu, dengan nada yang tinggi, pria itu menyebut perawat tidak bekerja profesional.


“Ini yang buat ini, enggak diperiksanya, buka masker kau, enggak usah malu kau, ini nyawa Mamaku, bisa kalian ganti kayak gitu,” kata pria itu.



Namun karena terus diberondong oleh ungkapan kekecewaan keluarga pasien, perawat perempuan tersebut jatuh pingsan. Ia kemudian dievakuasi ke ruangan lain. Sementara pasien yang bersangkutan diketahui meninggal dunia.


Kendati Humas RSUD Pirngadi Medan Edison membenarkan kejadian dalam video tersebut terjadi di rumah sakit itu.


Namun pihak RSUD Pirngadi Medan membantah jika tabung oksigen dalam kondisi kosong dan memastikan jika masih terisi.


Edison juga mengatakan pihak rumah sakit juga sudah melaporkan pengunggah video tersebut ke Polrestabes Medan karena keberatan konten yang ada di dalamnya. Namun Edison tak menjelaskan konten yang mereka permasalahkan.


Menanggapi permasalahan pelayanan kesehatan di Kota Medan, seorang praktisi hukum Eka Putra Zakran, SH., turut angkat bicara.


Mahasiswa Magister Hukum Kesehatan UNPAB Medan ini menyampaikan, disaat kondisi bangsa berupaya menanggulangi penyebaran Covid-19, disaat itu pula muncul permasalahan seputaran pelayanan kesehatan.


"Mulai dari temuan pemakaian antigen bekas di Bandara Kuala Namu dan di Lapangan Merdeka, terus temuan jual beli vaksin secara ilegal dilakukan oleh petugas Medis di Lapas Kelas 1 Medan dan terakhir dugaan pasien meninggal dunia diduga akibat diberi tabung oksigen kosong," ujar pria yang akrab disapa Epza ini, Sabtu (29/5/2021).


"Sepertinya jelas bangsa ini lagi sakit parah, krisis kepercayaan dan keteladanan di berbagai tempat. Mereka para pelaku merupakan para petugas medis maupun non medis sejatinya memberi contoh yang baik, bukan justru sebagai pelaku yang berbuat curang apalagi dalam konteks pelayanan rumah sakit, jika ada pasien meninggal diduga akibat tabung oksigen yang kosong, inikan jelas sebuah bentuk kelalaian yang nyata," tegasnya menambahkan.


Menurutnya, pihak RSUD Pirngadi harus bertanggung jawab, bukan hanya secara administrasi, juga secara perdata maupun pidana, karena selain menyebabkan orang meninggal dunia, keluarga pasien jelas merasa dirugikan atas buruknya pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit tersebut.


Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan tersebut berharap jangan pernah terulang kembali kasus-kasus seperti itu yang akan menambah potret buram pelayanan kesehatan di Kota Medan.


"Publik akan merasa geram dan kecewa atas buruknya pelayanan kesehatan yang diberikan. Salah satunya dalam kasus tabung gas kosong ini merupakan potret buram pelayanan publik khususnya dalam hal perlindungan kesehatan terhadap pasien, maupun masyarakat secara umum. Makanya terkadang orang Indonesia itu lebih suka berobat keluar negeri, salah satu diantara penyebabnya dikarenakan masih buruknya pelayanan yang diberikan," tandas Epza.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Miris! Potret Buram Pelayanan Kesehatan di Medan Kembali Terjadi

Terkait

Iklan