Iklan

Iklan

Ungkap Penjualan Vaksin Secara Ilegal, Epza Apresiasi Kinerja Polda Sumut

24/05/21, 10:37 WIB Last Updated 2021-05-24T03:56:52Z

Eka Putra Zakran, SH.

Medan, NET24JAM.ID - Ditetapkannya empat orang tersangka dalam kasus penjualan vaksin Covid-19 secara Ilegal diduga terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan oleh Polda Sumut, layak untuk diapresiasi.


Hal itu disampaikan Eka Putra Zakran, SH., dalam keterangan persnya kepada net24jam.id, Senin (24/5/2021).


Advokat yang akrab disapa Epza ini menyayangkan perbuatan tidak terpuji tersebut. Menurutnya penjualan vaksin secara ilegal dilakukan oleh ASN dan dokter itu seharusnya tidak boleh terjadi, sebab masih banyak yang belum mendapatkan vaksin, lebih-lebih ini adalah vaksin Covid-19.


"Sanksi hukumnya sangat berat, karena vaksin merupakan bantuan pemerintah yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara nasional," ujar Epza.


Dikatakannya, sejak bulan November 2020 yang lalu, pihaknya dari Korp Advokat Alumni UMSU (KAUM) sudah mengantisipasi jangan sampai terjadi penyelewengan terhadap bantuan sosial Covid-19, apalagi bantuan vaksin dari pemerintah pusat tujuannya untuk penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus Covid19 agar tidak meluas. 


"Jadi, jangan disalahgunakan atau diperjual belikan secara ilegal," kata Epza.


Dia menilai kinerja Polda Sumatera Utara (Sumut) layak diapresiasi dan didukung karena telah menangkap keempat pelaku dan berhasil mengungkap penjualan vaksin ilegal.


"Kita apresiasi tindakan cepat penyidik Polda Sumut yang telah menangkap keempat pelaku atau tersangka penjual vaksin Covid-19 secara ilegal. Dimasa pandemi ini, semua dituntut untuk taat dan patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Malah ada tim dari bidang kesehatan berbuat curang sungguh sangat mengecewakan," ketusnya.


"Harapannya para tersangka diberi hukuman berat, apalagi mereka dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), sejatinya memberi contoh atau teladan yang baik, bukan malah berbuat curang," tandas Epza.


Diketahui sebelumnya, Pada Selasa, 18 Mei 2021, sekira pukul 15.00 Wib, SW selaku penyelenggara melaksanakan kegiatan vaksinasi yang tidak sesuai peruntukannya kepada beberapa kelompok warga masyarakat di Kompleks Perumahan Jati Residence, Jalan Perintis Kemerdekaan.


Vaksinasi Covid-19 tersebut dilakukan oleh 2 tenaga kesehatan sebagai petugas vaksinator, yaitu CHS dan ENS. Keduanya merupakan tenaga kesehatan dari Lapas Tanjung Gusta Medan, serta diikuti oleh 50 orang.


Vaksin Covid-19 yang diperjualbelikan merupakan dari Lapas Tanjung Gusta yang diperuntukkan bagi Tenaga Lapas dan Warga Binaan, namun disalahgunakan dengan diperjualbelikan kepada pihak yang tidak berhak.


Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan, para tersangka masing-masing berinisial IW, dokter Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan. Kemudian KS dan SH, dokter di Dinas Kesehatan Provinsi Sumut. Lalu SW agen properti di Medan Polonia.


"Para dokter ini (IW, KS, dan SH) menerima suap dari SW," kata kapolda dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Jumat (21/5/2021) seperti dikutip dari Liputan6.com.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ungkap Penjualan Vaksin Secara Ilegal, Epza Apresiasi Kinerja Polda Sumut

Terkait

Iklan