Iklan

Diburu Ratusan Tentara, Begini Akhir Perjalanan "Rambo" Belgia

Redaksi
21/06/21, 20:42 WIB Last Updated 2021-06-21T13:42:19Z

Jurgen Conings, 46, tentara Belgia yang dijuluki Rambo.

Brussels, NET24JAM.ID - Jurgen Conings, 46, tentara Belgia yang dijuluki "Rambo" telah diburu selama lima minggu terakhir setelah mencuri senjata dan mengancam ahli virologi top negara tersebut. Dia ditemukan telah tewas pada hari Minggu.


Jaksa percaya bahwa penyebab kematian tentara yang berpandangan ekstrim sayap kanan itu adalah bunuh diri dengan senjata api. Namun, autopsi akan dilakukan pada Senin (21/6/2021) untuk menentukan penyebabnya dengan pasti.


Penemuan jasad Conings mengakhiri perburuan lima minggu yang telah membingungkan para penyelidik dan memicu kekhawatiran akan meningkatnya ancaman kekerasan teroris dari kelompok sayap kanan.


Ratusan personel polisi dan tentara dikerahkan bulan lalu untuk menemukan Conings setelah kendaraannya yang ditinggalkan ditemukan di dekat perbatasan Belanda dengan empat peluncur roket di dalamnya.


Conings, yang dilaporkan pernah bertugas di Kosovo, Irak dan Afghanistan, diduga mencuri senjata dari pangkalan militer tempat dia bekerja sebagai instruktur.


Penemuan jasad itu pertama kali dilaporkan hari Minggu setelah seorang Wali Kota setempat mengatakan dia menemukannya ketika bersepeda di hutan dekat tempat mobil Conings ditinggalkan bulan lalu.


“Selama tur sepeda gunung saya pagi ini, di bagian di mana beberapa orang datang, saya mencium bau mayat yang kuat,” kata Johan Tollenaere, Wali Kota Maaseik, kepada VRT News.


“Saya langsung memikirkan Jurgen Conings dan memberi tahu polisi. Mereka menemukan mayatnya," katanya.


Seorang pemburu lokal, Leonard Houben, mengatakan kepada wartawan bahwa dia juga mencium bau yang menyengat dan setelah pencarian, dia melihat mayat di kaki pohon tergeletak dengan senapan, pistol, kapak dan pisau saku.


"Saya menemukan seorang polisi, dan saya berkata kepadanya 'ikut saya, saya menemukan sesuatu... Saya pikir itu Jurgen'," kata Houben.


Perburuan itu mendominasi berita utama di negara itu, dengan beberapa mencap Conings sebagai "Rambo Belgia".


Menteri Kehakiman Belgia Vincent Van Quickenborne mengatakan dinas keamanan telah menggeledah wilayah yang tepat."Tetapi itu menyangkut zona yang sangat besar," katanya.


"Mayat itu ditemukan di luar zona pencarian tersebut," ujarnya kepada VTM News.


Polisi federal dengan cepat mengepung daerah itu dan regu penjinak bom tentara bergabung di tempat kejadian bersama dengan anjing pendeteksi bahan peledak.


Di antara orang-orang yang diancam Conings adalah Marc Van Ranst, seorang ahli virologi terkemuka yang telah menjadi sasaran para ahli teori konspirasi, skeptis terhadap COVID-19 dan sayap kanan Flemish di Belgia selama krisis virus corona.


Saat Conings masih buron, Van Ranst dan keluarganya dipindahkan ke lokasi yang dirahasiakan.


“Pikiran saya tertuju pada kerabat dan anak-anak Jurgen Conings. Bagi mereka ini adalah berita yang sangat menyedihkan, karena mereka kehilangan ayah, saudara, atau teman," tulis Van Ranst di Twitter.


Kasus ini telah memalukan bagi pemerintah karena kemudian terungkap bahwa Conings berada di daftar pantauan untuk kelompok berpandangan sayap kanan tetapi masih memiliki akses ke senjata.


Dia juga menarik dukungan online, di mana Facebook menutup halaman dukungan yang telah mengumpulkan 45.000 anggota hanya dalam beberapa hari.


Menteri Pertahanan Ludivine Dedonder mengecam dukungan online untuk buronan, mengutuk dukungan khusus dari dalam angkatan bersenjata Belgia.


(Red/Sindonews)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diburu Ratusan Tentara, Begini Akhir Perjalanan "Rambo" Belgia

Terkait

Iklan