Iklan

Sujito Otak Penembakan Wartawan di Simalungun Ternyata Eks Calon Wali Kota Pematangsiantar

Redaksi
26/06/21, 02:40 WIB Last Updated 2021-06-25T19:40:42Z

ujito yang Merupakan Otak Pembunuhan wartawan di Siantar Sumatera Utara Ternyata Mantan Calon Walikota.

Medan, NET24JAM.ID - Sujito (S) sebagai pelaku utama pembunuhan tersebut. Dia adalah pengusaha pemilik Ferrari Hotel N KTV.


S ditetapkan sebagai salah satu tersangka pembunuhan. Ia diduga memerintahkan seorang oknum TNI dan seorang humas di Ferrari Hotel N KTV.


S adalah bekas Bakal Calon Wali Kota Pematangsiantar pada 2016 silam. Sujito mencalonkan diri dari jalur calon perseorangan dan menamakan tim pemenangannya Tim Sujito-Djumadi (SUJUD).


Sujito dan pasangannya Djumadi mendapatkan nomor urut satu dalam undian di KPU Pematangsiantar.


Salah satu momen Sujito di muka publik adalah saat acara Debat Penajaman Visi Misi Calon Walikota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar di Sapadia Hotel 12 November 2016 silam.


Para bakal calon ditanyakan tentang ikon kota Pematangsiantar yang kemudian dihubungkan dengan pengembangan sektor wisata.


Seorang paslon menekankan potensi patung Dewi Kwan Im dengan statusnya sebagai patung Dewi Kwan Im terbesar di Asia Tenggara.


Sujito memiliki pandangan yang berbeda. Ia mengatakan akan membangun Tugu Raja Sangnaualuh sebagai identitas budaya yang asli dari kota Siantar.


“Ketika Sujito-Djumadi nanti dikaruniai oleh yang maha kuasa, diberkati menjadi pasangan Wali kota Pematangsiantar, bukan (patung) Dewi Kwan Im yang kita buat ikon, karena Dewi Kwan Im orang sudah kenal itu adalah tertinggi di Asia Tenggara. Kita akan membangun Patung Raja Sangnaualuh, sepanjang 25 meter tingginya untuk Ikon Kota Pematangsiantar supaya orang bisa mengenal sejarah asli kota Siantar,” kata Sujito pada saat itu.


Namun, langkah Sujito menjadi Walikota Pematangsiantar gagal. Itu terjadi usai Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mengumumkan hasil pindai Formulir C1 dimana Paslon Hulman Sitorus-Hefriansyah memperoleh persentase jumlah suara terbanyak yaitu 55,03 persen.


Kemudian disusul oleh Wesley Silalahi-Sailanto dengan jumlah perolehan 23,69 persen, Teddy Robinson Siahaan-Zainal Purba 17,55, dan Sudjito 3,7 persen di posisi bontot.


Seperti diketahui sebelumnya, Kasus penembakan yang menewaskan seorang wartawan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), akhirnya terungkap.


Korban bernama Mara Salem Harahap alias Marsal meregang nyawa dalam mobil yang dikendarainya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.


Pelaku merupakan seorang pengusaha di Sumatera Utara. Dia adalah pemilik Ferrari Kafe, Bar and Resto bernama Sujito (S). Diduga Sujito melakukan aksinya bersama anggotanya Yudi (Y) dan seorang oknum aparat berinisial A.


Motif pembunuhan terhadap wartawan diduga karena sakit hati kafe yang dikelolanya kerap melakukan transaksi narkoba.


Kapolda menyampaikan terungkapnya kasus ini setelah melakukan pemeriksaan terhadap 57 saksi.


Termasuk pemeriksaan CCTV di sejumlah tempat korban dan para pelaku dan hasil uji laboratorium forensik dan balistik.


"Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku dan motif adalah tumbuhnya rasa sakit hati oleh S selaku pemilik kafe dan resto terhadap korban yang selalu memberitakan peredaran narkotika di tempatnya," kata Kapolda.


Sujito kemudian memanggil Yudi yang merupakan humas di lapak usahanya untuk menyusun rencana memberi pelajaran terhadap korban.


"Saudara S meminta Y memberikan pelajaran kepada korban. Tersangka S bertemu Y serta bersama saudara A di jalan seram bahwa Siantar. Di mana saudara S menyampaikan kepada Y dan A kalau begini orangnya cocoknya ditembak," terang Kapolda.


Kronologi pembunuhan berawal dari pertemuan Yudi (Y) dan AS di wilayah Siantar untuk menindaklanjuti permintaan Sujito tersebut.


Adapun korban sebelum kejadian sempat minum minum tuak di kedai milik Ibu Ginting di salah satu daerah di Siantar. Korban kemudian juga sempat kencan dengan seorang perempuan di Siantar Hotel.


Kapolda menyebut saat itu Yudi dan AS hendak mendatangi korban Mara Salem Harahap di rumahnya, Huta VII, Nagori Karanganyar, Kabupaten Simalungun. Namun korban tak ada di rumahnya.


"Sekitar pukul 22.30 Wib. tersangka Y kembali menuju arah Kota Pematangsiantar. Di perjalanan mereka berselisih dengan mobil korban. Dan selanjutnya tersangka Y dan saudara A ini berbalik arah mengikuti mobil korban," katanya.


"Y mengemudi sepeda motor dan A melakukan penembakan yang mengenai bagian kaki korban di sebelah kiri paha atas. Dan mengenai hasil otopsi, tembakan mengenai tulang kaki korban. Pada akhirnya tulang patah dan mengenai pembuluh arteri. Maka mengeluarkan darah yang secara deras," tambah Kapolda.


Kapolda mengatakan para pelaku dijerat dengan Pasal 340 subsidair 338 Jo Pasal 55-56 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman terberat pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. (Red/Tribunnews)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sujito Otak Penembakan Wartawan di Simalungun Ternyata Eks Calon Wali Kota Pematangsiantar

Terkait

Iklan