Iklan

Wow! Panas Dingin Hubungan Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution

Redaksi
23/06/21, 12:16 WIB Last Updated 2021-06-23T05:16:49Z

Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi (Foto: Dok. Kominfo Sumut)

Medan, NET24JAM.ID - Hubungan antara Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution memang panas-dingin. 


Pada satu momen keduanya terlihat kompak, sementara di momen lain keduanya juga sempat saling serang.


Panas hubungan keduanya sempat terjadi saat polemik kawasan Kesawan City Walk. Kawasan itu dianggap Gubsu melanggar aturan PPKM.


Wisata kuliner di Kesawan tersebut menjadi salah satu program andalan Wali Kota Medan ini dan selalu ramai dikunjungi warga sejak mulai diluncurkan.


Namun, jam tutup kawasan ini dinilai Edy Rahmayadi melewati aturan PPKM saat pandemi Corona. Edy setidaknya dua kali menegur Pemko Medan gara-gara persoalan kawasan Kesawan.


Edy Rahmayadi Menegur Bobby Nasution dan Pemko Medan Terkait PPKM


Teguran pertama disampaikan Edy pada Senin (19/4/2021). Saat itu, Edy mengatakan akan memanggil Bobby terkait keramaian di kawasan Kesawan.


"Hari ini dirapatkan dengan Kota Medan, hal itu akan kita pertanyakan kenapa," ucap Gubsu Edy Rahmayadi di rumah dinas Gubernur, Medan.


Dia menilai kawasan Kesawan tetap buka hingga pukul 24.00 Wib. Padahal, dalam aturan PPKM yang dikeluarkan Edy, tempat usaha hanya boleh buka hingga pukul 21.00 Wib.


Bobby kemudian memberi penjelasan dan berjanji mengikuti aturan PPKM soal jam tutup tempat usaha, termasuk di kawasan Kesawan. 


Kawasan Kesawan ditutup sementara sejak sebelum Lebaran demi mencegah pengunjung membludak dan untuk perbaikan.


Bobby Nasution kembali bersitegang dengan Edy soal lokasi karantina WNI. Dia menyampaikan protes karena merasa Edy tak berkoordinasi dengannya soal lokasi karantina WNI yang baru tiba dari luar negeri di Medan.


"Karantina adanya di Medan dibuat. Memang WNA (warga negara asing) di Deli Serdang dekat bandara, untuk di Medan ada beberapa hotel dan beberapa kantor dinaslah, kita bilang milik provinsi, bukan Kota Medan karena ini wilayahnya provinsi. Tapi kami meminta agar Kota Medan diberi informasi lebih lanjut," kata Bobby kepada wartawan, Rabu (5/5).


Menantu Presiden Jokowi ini menyebut semestinya Pemko Medan dilibatkan dalam penentuan lokasi karantina WNI. Alasannya, kata Bobby, agar Pemko Medan bisa menambah personel untuk mengawasi para WNI yang sedang dikarantina.


Hubungan Edy dan Bobby Memanas


Terkait hal itu, Edy memberi respons keras terhadap protes Bobby. Dia sepertinya tampak geram melihat tingkah Bobby.


"Ada lagi yang teriak-teriak di medsos atau di apa itu, wali kota tidak tahu. Lo, memang Tuhan? Mahatahu? Tapi kalau orang satu-satu minta diberi tahu, tambah mundur dia. Hai manusia, bertakwalah kamu, kata Tuhan. Tapi tak satu per satu juga, kau harus tahu, kau harus tahu," kata Edy.


Pernyataan itu disampaikan Edy saat membuka rapat koordinasi penanganan virus Corona di Sumut di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (6/5). 


Plt Kepala Dinas Kesehatan Medan Syamsul Nasution hadir pada rapat itu. Edy kemudian meminta Syamsul Nasution memberi tahu Bobby terkait tempat isolasi ini. Edy mengancam akan marah jika Bobby tetap mengaku tidak tahu.


"Ada yang dari Medan? Kamu (Syamsul) beritahu itu, jangan nanti bilang nggak tahu lagi. Aku lama-lama jadi marah aku ini," ucap Edy.


"Tak ada urusan sama aku itu siapa pun dia. Jangan bikin aku marah, kalau aku marah, nggak peduli aku siapa dia," tambahnya.


Bobby Ungkit Utang Pemprovsu ke Pemko Medan


Adu argumen antara Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi memasuki babak baru. 


Hal ini terjadi usai Bobby mengungkit soal utang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ke Pemerintah Kota (Pemko) soalan utang Pemprovsu ke Pemko Medan ini diungkit Bobby saat rapat bersama DPRD Medan. 


Dia awalnya menjelaskan pendapatan Kota Medan yang tak mencapai target pada 2020 karena pandemi Corona atau COVID-19.


"Pandemi COVID-19 berakibat turunnya pendapatan pajak maupun retribusi daerah," ucap Bobby dalam rapat paripurna beragendakan tanggapan kepala daerah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020 di Gedung DPRD Medan seperti dilansir dari Antara, Selasa (22/6/2021).


Rapat itu digelar pada Senin (21/6) kemarin. Hal tersebut, kata Bobby, merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan realisasi pendapatan daerah Kota Medan 2020 tidak terpenuhi.


Dia mengatakan pendapatan berada di bawah target yang ditetapkan sebesar Rp 4,75 triliun. Faktor lain yang menyebabkan tidak terpenuhinya realisasi pendapatan daerah adalah kebijakan rasionalisasi transfer keuangan daerah dan dana desa oleh pemerintah pusat.


Pemko Medan mencatat total pendapatan daerah selama 2020 sebesar Rp 4,12 triliun. Jumlah itu terdiri dari PAD Rp 1,5 triliun, pendapatan transfer Rp 2,57 triliun, dan pendapatan yang sah Rp 133,17 miliar.


"Hingga akhir Desember 2020, dana bagi hasil pajak dari Pemprov Sumut yang belum ditransfer, sehingga Pemprov memiliki utang sebesar Rp 433,86 miliar," ujar Bobby. Hal itu disampaikan Bobby untuk menjawab pertanyaan Fraksi PDIP DPRD Kota Medan.


Bobby kemudian menjelaskan upaya Pemko Medan menekan kebocoran PAD. Antara lain melakukan pengawasan lewat tim monitoring dan evaluasi kinerja aparat pengelola pajak daerah.


Dia mengatakan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan juga telah memasang tapping box atau alat monitoring transaksi usaha pada mesin kasir.


"Menghindari kebocoran pajak, kami secara berkala juga memeriksa wajib pajak menguji kepatuhan di pelaporan SPTPD (surat pemberitahuan terutang pajak daerah) dengan melaporkan hasil penjualan," sebut Bobby.


Gubsu Edy Rahmayadi mengaku tak tahu persoalan itu. Dia berjanji mengecek lebih dulu persoalan anggaran.


"Tak tahu aku. Nanti dipelajari," kata Edy di Medan, Selasa (22/6).


Edy kemudian mempertanyakan soal utang Pemprov ke Pemko Medan yang diungkit Bobby tersebut. Meski demikian, dia berjanji mengecek hal itu.


"Masa Pemprov punya utang pula. Nanti kita lihat," ucapnya.


Silaturahmi Kembali Harmonis


Meski sempat bersitegang, hubungan keduanya kembali harmonis saat Hari Raya Idul Fitri. Bobby dan istrinya, Kahiyang Ayu, mengunjungi Edy untuk bersilaturahmi dalam rangka Idul Fitri. Edy pun menyambut keduanya dengan hangat. Menurut Edy, hubungannya dengan Bobby sudah dekat sejak lama.


Edy juga sempat memuji kebijakan Bobby terkait Corona. Kebijakan itu adalah isolasi lingkungan di Medan untuk menekan penyebaran virus Corona.


"Sangat bagus, itulah gunanya Wali Kota dan Bupati bekerja," ucap Edy di RS Martha Friska Medan, Senin (31/5).


(Ridwan)


Sumber : 

  • detiknews

  • Antara

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Wow! Panas Dingin Hubungan Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution

Terkait

Iklan