Iklan

2 Tahun Ridar Putriatna, Janda Miskin Harapkan Keadilan di Polsek Percut Sei Tuan

Redaksi
16/09/21, 01:42 WIB Last Updated 2021-09-15T18:42:51Z


Medan, NET24JAM.ID - Akses keadilan yang adil bagi rakyat miskin dinilai masih sangat minim di Polsek Percut Sei Tuan.


Dikatakan demikian, seorang janda miskin, Ridar Putriatna (62) warga Jalan Pukat V No.6 Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung Kota Medan Sumatera Utara, mengaku ditipu oleh Soritua Siregar (45) warga Jalan Melati 14 Lingkungan XVII No. 185 Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan (sesuai KTP).


Demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Ridar Putriatna selaku pelapor sekaligus korban, bersama ketiga anak perempuannya bekerja sebagai penjual pakaian.


Tak hanya itu, dengan menggunakan sepeda motor, Ridar juga terkadang menjual pakaian dari Kota Medan hingga ke daerah Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Asahan.


Di usia yang sudah renta, korban terpaksa melakukan perjalanan sejauh itu demi mencari nafkah dan membiayai anak-anaknya.


Kronologis Kejadian


Kejadian berawal, saat Soritua Siregar menjanjikan untuk memasukan anak korban kerja sebagai tenaga honor disalah satu instansi dengan rekomendasi saudara dari tersangka yakni berinisial VES diketahui sebagai pegawai Dinas Perhubungan Kota Medan yang juga rekan dari anak korban. 


"Berdalih akan membantu memasukan kerja kedua anak saya dengan membayar sejumlah uang sebesar Rp110 juta," ujar Ridar.


Menurut Ridar, dirinya merasa tertipu karena hingga saat ini kedua anaknya belum bekerja dan uang tersebut tidak dikembalikan oleh Soritua Siregar.


Ia sangat berharap uang Rp110 juta miliknya dapat kembali. Ridar mengaku uang itu merupakan hasil jerih payahnya selama ini, ia kumpulkan demi untuk anak-anaknya dan untuk kebutuhan hidup mereka.


Dua Tahun Kasus Belum Tuntas


Sesuai Laporan Polisi No. LP/1366/2020/SPKT PERCUT Tanggal 25 Juni 2020, Ridar Putriatna melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Percut Sei Tuan.


Ironisnya, laporan tersebut sudah 2 tahun hingga kini belum tuntas. Selain itu, terhadap tersangka Soritua Siregar belum juga ditangkap.


Berdasarkan keterangan dari Polsek Percut Sei Tuan, pihaknya masih  melakukan Penyelidikan berdasarkan SPP Nomor : SP Sidik/413/VIII/2020/ Reskrim Tanggal 15 Agustus 2020, dan pihak Polsek memberikan Laporan hasil perkembangan berdasarkan Surat Pemberitahuan hasil penyelidikan (SP2HP)  Nomor K/947/XI/2020/ Reskrim Tanggal 11 November 2020.


"Saya berharap agar adanya keadilan bagi kami warga miskin," harap korban.


Ridar mengungkapkan  kekecewaan atas kinerja Polsek Percut Sei Tuan karena sampai saat ini tersangka terlapor Soritua Siregar belum ditangkap.


Lambatnya Penanganan Kasus


Lambatnya penanganan laporan kasus di Polsek Percut Sei Tuan sangat disesalkan Tim Penasehat Hukum Pelapor terkait Laporan Penipuan dan Penggelapan sebagaimana yang tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/1366/VI/2020/SPKT Percut tertanggal 25 Juni 2020. 


Hal itu disampaikan oleh Koordinator Tim Penasehat hukum yakni, Eka Putra Zakran, SH., MH., kepada media pada Rabu (14/9/2021) di Medan.


"Sebenarnya kita sudah cukup sabar menunggu, sejak dibuatnya LP tersebut pada tanggal 20 Juni 2020 yang lalu. Sudah berulang kali kita lakukan koordinasi yang baik dengan penyidik, tapi hasilnya nihil. Kasus mangkrak, seperti jalan ditempat alias tidak bergerak," ungkap pria yang akrab disapa Epza ini.


Epza menyebut, bahwa sebelumnya telah diterbitkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP/KAP/608/XI/2020/Reskrim Percut Sei Tuan untuk menangkap tersangka bernama Soritua Siregar, akan tetapi sejak dikeluarkannya surat tersebut, tersangka belum juga ditangkap.


Selain itu, masih kata Epza, pihaknya sudah melakukan upaya dalam kasus tersebut bahkan bukan hanya sebatas koordinasi. 


"Upaya-upaya lain juga sudah kita lakukan, misalnya mengirimkan surat  No. 158/SK/EPZA/VII/2021 ke Kabag. Wasidik, Surat No. 159 ke Irwasda dan 160 ke Bid. Propam dan sudah pernah gelar perkara di hadapan Wasidik Polda Sumut bahwa pada kesimpulannya perkara dilanjutkan, tapi sampai detik ini tersangka belum juga ditahan," ujarnya lagi.


Pada hal, tanggal 25 Februari 2021 telah dikeluarkan Daftar Pencarian Orang Nomor: DPO/15/II/2021 Reskrim atas nama Soritua Siregar akibat telah melanggar pasal Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 jo 372 KUHPidana. 


"Tapi sampai sekarang tersangka belum ditahan. Harusnya dengan telah ditetapkannya DPO sejak bulan Februari yang lalu tersangka sudah ditahan," ungkapnya.


Kami mendapat surat balasan dari Irwasda bernomor: B/2207/III/WAS.2.4/2021/Itwasda tertanggal 12 Maret 2021 perihal hasil klarifikasi surat Dumas yang pada poin 2 huruf e menyatakan rencana tindak lanjut penyidik melakukan penangkapan terhadap tersangka Soritua Siregar dan penerbitan Daftar Pencarian Orang terhadap tersangka Soritua Siregar," ujarnya lagi.


Lalu, tim hukum membalas surat tersebut bernomor: 20/SB/EPZA/VII/2021 tertanggal 21 Maret 2021 perihal Tanggapan/jawaban atas surat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Nomor: B/2207/III/WAS.2.4/2021/Itwasda yang pada poin 1. 


"Prinsipnya kami menyambut baik perihal hasil klarifikasi surat dumas atas nama klien kami Ridar Putriatna sebagaimana  dimaksud dalam isi surat tersebut," terangnya.


Pada tanggal 1 Agustus 2021 tim penasehat hukum pelapor juga telah melayangkan surat Nomor: 201/PKPP/EPZA/VII/2021 perihal percepatan penanganan perkara LP No. STTLP/1366/2020/SPKT Percut dan sekaligus penangkapan terhadap tersangka Soritua Siregar, tapi sampai sekarang belum juga ada tindak lanjutnya.


Dengan kata-kata yang meyakinkan, pelapor percaya pada Soritua Siregar, sehingga tanggal 3 September 2018 Soritua Siregar meminta uang biaya pengurusan  sebesar Rp. 110.000.000 berikut surat lamaran anak pelapor dan saat itu Soritua Siregar mengatakan dua bulan setelah uang diserahkan anak pelapor akan bekerja. 


"Namun, setelah dua bulan, pelapor berulang kali menjumpai Soritua Siregar untuk meminta uangnya kembali, tapi tidak juga dikembalikan, sehingga pelapor merasa tertipu. 


Sudah kita somasi dua kali agar Tersangka beritikad baik untuk mengembalikan uang tersebut, tapi justru Tersangka melawan dan mensomasi pelapor kembali, seolah tidak merasa bersalah dan berisi nada mengancam, sebab itulah makanya pelapor membuat laporan polisi di Polsek Percut Sei Tuan, terang Epza.


Pada pokoknya kami sudah sabar kali lah bang menunggu progres perkara kami di Percut Seituan ini, tapi tampaknya LP jalan ditempat. Kasihan klien, sudah ditipu oleh tersangka mentah-mentah, dibuat laporan polisi tapi malah belum jalan.


"Secara kemanusian, kita kasihan melihat pelapor selaku korban. Klien perempuan kami sudah tua tahun kasusnya, namun belum juga tuntas. janda pulak lagi, dan anak ibu itu perempuan semua. Makanya sedih juga kita.," tutup Epza.


(Misdi W)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 2 Tahun Ridar Putriatna, Janda Miskin Harapkan Keadilan di Polsek Percut Sei Tuan

Terkait

Iklan