Iklan

Konflik Agraria Sei Tampang? Tokoh : Giling Saja, AD Law Office Siap Upaya Hukum

Redaksi
25/09/21, 14:24 WIB Last Updated 2021-09-25T07:39:36Z

Tim Ardianto & Damanik (AD) Law Office saat dalam perjalanan memenuhi undangan dari warga Desa Sei Tampang. 


Labuhan Batu, NET24JAM.ID - Sengketa tanah atau lebih luasnya konflik agraria masih menjadi fenomena yang menuntut penyelesaian.


Belum lama ini, konflik agraria di Dusun Wonosari Desa Sei Tampang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan.


Dikatakan demikian, pasalnya warga yang mengaku sebagai ahli waris pemilik tanah dan kelompok tani mengadukan hal itu kepada Tim Ardianto & Damanik (AD) Law Office guna melakukan upaya hukum.


Dalam hal ini, ahli waris dan kelompok tani juga meminta agar Tim AD Law Office membantu mereka dalam memperoleh hukum yang seadil-adilnya


Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya Desa Sei Tampang, Ardi Ligesti mengatakan bahwa selama ini mereka sudah menguasai lahan milik Baharudin AS dengan sepengetahuan ahli waris. 


Namun, seiring berjalannya waktu, mereka heran dengan adanya seseorang berinisial M yang mengaku mempunyai hak atas tanah tersebut. 


"Padahal sepengetahuan kami tanah itu milik bapak Baharudin AS, kenapa M tiba-tiba muncul dan seolah-olah itu haknya juga?. Sementara M sendiri diduga kuat bukan salah satu dari pihak ahli waris pemilik tanah," kata Ardi, Kamis (23/9/2021) lalu, disela-sela kunjungan Tim AD Law Office meninjau lokasi tanah tersebut.


Sedangkan, Aman (66) seorang perwakilan sekaligus pemegang kuasa dari ahli waris pemilik tanah, dirinya mengaku sebelumnya sering menerima intimidasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab setelah menerima kuasa dari ahli waris.


"Setelah dikuasakan ke saya, dalam memperjuangkan tanah itu, saya sering mengalami tekanan dari oknum-oknum tertentu, dari kejadian itu saya sering mengalami sakit," ujar Aman.


Dikatakannya, bahwa tanah tersebut memang milik Baharudin AS yang tak lain adalah mertuanya sendiri. Aman menjelaskan Baharudin AS mendapatkan tanah itu dari Mandor Hasan.


"Bekisar tahun 1930-an Mandor Hasan sudah menguasai lahan itu. Mandor Hasan adalah orang tua dari Baharudin AS yang tak lain mertua saya," jelas Aman.


Senada dengan itu, salah satu tokoh masyarakat Bilah Hilir, Suhaimi alias Kiming merasa heran dikarenakan pada saat itu dirinya mengetahui bahwa tanah tersebut memang milik Baharudin AS. Akan tetapi, berjalannya waktu tanah milik Baharudin AS itu, tiba-tiba M mengaku miliknya.


"Diduga kuat adanya keterlibatan oknum Kepala Desa Sei Tampang yang turut membantu oknum-oknum untuk menyerobot tanah itu," ketusnya.


"Untuk itu kami meminta bantuan hukum dari Tim Advokat Ardianto & Damanik Law Office dalam mengupayakan penegakan hukum. Bila perlu, giling saja," tegasnya lagi.


Sementara itu, Khairil Anwar Damanik, SH., salah satu Tim Advokat AD Law Office menjelaskan, berdasarkan fakta dan bukti-bukti yang ada, pihaknya akan melakukan upaya hukum terhadap ahli waris maupun kelompok tani.


"Kita siap melakukan upaya-upaya hukum untuk membela hak-hak mereka demi penegakan hukum yang seadil-adilnya," tandasnya.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Konflik Agraria Sei Tampang? Tokoh : Giling Saja, AD Law Office Siap Upaya Hukum

Terkait

Iklan