Iklan

Video Napi Lapas Tanjung Gusta Medan Dianiaya, Penegakan Hukum dan HAM Dipertanyakan

Redaksi
20/09/21, 00:22 WIB Last Updated 2021-09-19T17:22:35Z

Eka Putra Zakran, SH, MH.

Medan, NET24JAM.ID - Beredar video seorang narapidana (napi) di Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan Sumatera Utara, mengaku dianiaya pegawai lapas.


Dalam video yang viral di media sosial (Medsos) tersebut, seorang napi menyebut rekannya dipukuli karena tidak memberikan uang kepada petugas.


Menanggapi hal itu, pengamat hukum dan sosial, Eka Putra Zakran, SH, MH., mengatakan bahwa jika benar pelaku penganiayaan dan pemerasan tersebut adalah petugas Lapas, maka harus dihukum berat.


Menurutnya, petugas Lapas sejatinya adalah sebagai pengayom bukan melakukan penganiayaan ataupun pemerasan.


"Sangat disayangkan jika ada penyiksaan di Lapas.  Apalagi peristiwa ini terjadi di Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan. Ada apa ini? Kenapa bisa ada pelanggaran hukum dan HAM disana? Padahal Lapas Tanjung Gusta adalah Lapas terbaik, kenapa bisa ada penyiksaan?" ketus pria yang akrab disapa Epza ini.


Dia mengaku prihatin atas terjadinya peristiwa penyiksaan atau pemukulan terhadap napi seperti pada video viral yang beredar di jagat Medsos tersebut.


"Gawat juga nasib para napi kalau begitu, jelas tindakan seperti itu gak bisa dibiarkan," tegasnya.


"Saya rasa ini momentum yang tepat untuk beres-beres di dalam Lapas, mengingat sebulan terakhir juga ada peristiwa memilukan akibat kebakaran di Lapas Tangerang Banten," ujarnya lagi.


Epza berpendapat, perlu adanya pembenahan secara komprehensif dan mendalam terkait upaya peningkatan mutu ataupun kualitas pelayanan, khususnya di Lapas maupun di Rumah Tahanan (Rutan).


"Jika terbukti petugas Lapas ikut terlibat, maka sanksi hukum tidak cukup hanya diberikan kepada petugas Lapas, namun pimpinan juga harus bertanggung jawab, karena dugaan penyiksaan dan pemerasan dilakukan oleh bawahan, maka pimpinan gak bisa lepas tanggung jawab," ungkapnya.


"Bukan ajang balas dendam atau tempat penyiksaan. Mereka para tahanan itu juga manusia, memiliki hak dasar (HAM) yang harus dijamin dan dilindungi," Epza menandaskan.


Penjelasan Kalapas 


Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas 1 Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno membenarkan peristiwa dalam video itu terjadi di Lapas Tanjung Gusta.


Ia mengatakan, bahwa pihaknya bersama dengan kakanwil Kemenkumham Sumatera Utara tengah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait video viral tersebut.


"Kami sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Kami nyatakan benar video itu di Lapas Kelas 1 Medan. Tapi kami sedang melakukan pemeriksaan bersama tim dari Kanwil Kemenkumham Sumut, seperti apa kejadian tersebut. Semoga nanti diperoleh hasilnya segera," katanya, dikutip dari Tribun Medan.


"Kalau masalah yang minta uang itu jelas tidak benar, karena itu memang tempat sel yang khusus untuk orang-orang melakukan pelanggaran atau dianggap risiko tinggi. Jadi untuk sementara saya nyatakan itu tidak benar," pungkasnya.


(Ridwan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Video Napi Lapas Tanjung Gusta Medan Dianiaya, Penegakan Hukum dan HAM Dipertanyakan

Terkait

Iklan