Iklan

3 Kali Ditangkap Terduga Bandar Sabu Sergai Bebas, Kapoldasu Didesak Usut Tuntas

Redaksi
12/10/21, 02:13 WIB Last Updated 2021-10-12T03:18:45Z

M. Nur Bawean

Sergai, NET24JAM.ID - Penyalahgunaan narkoba terbukti telah merusak masa depan bangsa di Negara manapun. Daya rusaknya luar biasa. Merusak karakter manusia, merusak fisik dan kesehatan masyarakat, serta dalam jangka panjang berpotensi besar mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa. 


Dengan daya rusak seperti itu, kejahatan narkoba ini bisa digolongkan dalam kejahatan luar biasa (extraordinary crime) dan serius (serious crime). 


Terlebih, peredaran gelap narkoba bersifat lintas negara (transnational) dan terorganisir (organized) sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak.


Penegakan hukum yang tegas, tidak pandang bulu dan berani sangat dibutuhkan saat ini demi untuk membebaskan bangsa Indonesia dari bahaya narkoba.


Semua pihak harus kembali ingat, bahwa narkoba telah banyak menguras air mata jutaan keluarga di negeri ini. Di antara anggota keluarga mereka yang jadi korban narkoba, ada yang harus kehilangan kesehatan jiwa maupun raganya, hingga tak sedikit pula yang akhirnya meninggal dunia.


Banyak respon muncul seperti heran, hingga kecewa mengapa seorang bandar narkoba bisa lolos dari jeratan hukum.


Terkait hal itu, dibebaskannya terduga bandar narkoba jenis sabu-sabu diketahui berinisial H alias Ahui warga Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, menjadi sorotan publik.


Tak hanya itu, bahkan terduga sudah 3 kali ditangkap tim Sat Narkoba Polres Sergai, tapi hanya sebatas dilakukan rehabilitasi di yayasan narkotika yang ada wilayah di Medan dan Serdang Bedagai.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara, M. Nur Bawean didampingi Sekretaris Aziz Tanjung, akhirnya angkat bicara.


"Ketahuan mereka, bilang tak ada bukti, padahal ada. Untuk itu Front Komunitas Indonesia Satu(FKI-1) Kabupaten Serdang Bedagai kuat dugaan permainan tangkap dan rehabilitasi kasus narkoba di Serdang Bedagai sudah menjadi trend topik," ungkapnya, Senin (11/10/2021).


Bahkan FKI-1 Serdang Bedagai juga mendesak Kapoldasu cq Kabid Propam Polda Sumut untuk memeriksa kasus ini lebih mendalam.


"FKI-1 Serdang Bedagai mendesak Kapoldasu cq Kabid Propam Polda Sumut untuk memeriksa kasus ini lebih mendalam," tegas M. Nur.


Sambungnya, sudah jelas terduga menunjukan barang bukti narkotika jenis sabu. Namun anehnya hasil gelar perkara barang bukti negatif mengandung Metamethamin sehingga terduga dilakukan rehab.


"Jika hasil gelar perkara barang bukti negatif, kenapa saat dilakukan test urine positif, ada apa ni !," pungkas M. Nur.


Seperti diberitakan sebelumnya, terduga bandar sabu diketahui berinisial H alias Ahui warga  Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. 


"H alias Ahui yang merupakan warga Kecamatan Pantai Cermin berulang kali ditangkap kasus narkoba, tak pernah terjerat hukum meskipun ditemukan diduga barang bukti narkotika jenis sabu," ujar inisial SP kepada wartawan.


Sambung SP, bahkan terduga sudah 3 kali ditangkap tim Sat Narkoba Polres Sergai, tapi hanya sebatas dilakukan rehabilitasi di yayasan narkotika yang ada wilayah di Medan dan Serdang Bedagai.


"Awal terduga Ahui ditangkap pada Desember 2020 oleh tim Sat Narkoba Polres Sergai. Namun sayangnya terduga tidak terjerat hukum melainkan dilakukan Asesmen di rehabilitas narkotika yang ada di Serdang Bedagai," ungkapnya.


Ditambah lagi, lanjut SP. Terduga kembali ditangkap pada bulan Juni 2021 oleh tim Satnarkoba Polres Sergai. Namun terduga kembali dilakukan Asesmen direhabilitasi narkotika asal Medan, meskipun ditemukan diduga narkotika jenis sabu.


Selanjutnya, pada Agustus 2021, terduga H alias Ahui kembali ditangkap tim Sat Narkoba Polres Sergai, namun direhab kembali di yayasan yang ada di Serdang Bedagai," ujarnya.


Awak media mencoba konfirmasi, pemilik Yayasan inisial JP yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu(10/10/2021), membenarkan terduga berinisial Ahui asal pantai cermin masih dalam menjalani rehabilitasi narkotika.


"Ya bang, H alias Ahui warga pantai Cermin masih menjalani rehabilitasi di yayasan kita,"ujar JP.


JP mengatakan, bahwa H alias Ahui sudah 2 kali di rehabilitasi di yayasan kami. Dan pernah juga di rehab di Medan dalam kasus narkoba.


"Awalnya Bulan Desember 2020, H alias Ahui ditangkap Sat Narkoba Polres Sergai dan diserahkan ke yayasan rehabilitasi narkotika dan keluar sebelum perayaan imlek sebelum satu Minggu Ahui keluar dari yayasan kami. Namun pada bulan Juni 2021 H alias Ahui kembali ditangkap Satnarkoba kemudian dilakukan rehabilitasi kembali namun kita tolak,"ujar JP.


Sambung JP. Infonya H alias Ahui di Rehabilitasi di Medan. Pada bulan Agustus 2021, H alias Ahui kembali ditangkap dan kembali direhabilitasi di yayasan kami dan ini masih menjalani,"terangnya.


Namun saat disinggung awak media, apakah inisial H alias Ahui saat dilakukan penangkapan tim Sat Narkoba Polres Sergai ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu. 


JP mengatakan," kita kurang  tahu bang, yang pasti jangan orang susah hanya sebagai pemakai kasus lanjut, tapi yang kaya hanya dilakukan di rehabilitasi," ujar JP menutup akhiri pembicaraan.


Sebelumnya, Kasat Narkoba AKP Hendrison Manullang saat dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp pada Minggu (10/10/2021) terkait penangkapan terduga bandar Sabu inisial AHUI membenarkan namun Kasat Membantah kalau foto yang mendampingi TSK adalah anggotanya," Hasil Gelar Perkara ,

BB Negatif mengandung Metamethamin dan yang bersangkutan direhab , trims," ungkap Kasat Narkoba.


(Putra)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 3 Kali Ditangkap Terduga Bandar Sabu Sergai Bebas, Kapoldasu Didesak Usut Tuntas

Terkait

Iklan