Iklan

Dugaan Malpraktek dan Tak Kantongi Izin, Polda Sumut Diminta Usut dr Kristine RM Nahampun

Redaksi Net24Jam
02/11/21, 11:36 WIB Last Updated 2021-11-02T04:36:02Z


Simalungun, NET24JAM.ID - Kekecewaan H. Pakpahan (50) warga beserta keluarga atas tindakan dr. Kristine yang tidak mau memberikan rekam medis kepadanya patut dipertanyakan, padahal itu menjadi haknya untuk mendapatkannya tetapi tidak diberikan sehingga tudingan malpraktek dan konspirasi atas tindakan medis terhadapnya dipertanyakan.


Klinik dan toko obat Sidamanik serta Praktek Umum dr. Kristine RM Nahampun beralamat di Jalan Besar Sidamanik Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, diduga tak kantongi izin.


Keluh kesah ini disampaikan H. Pakpahan kepada NET24JAM.ID, Senin (1/11/2021),

bahkan bukan tanpa sebab, karena H. Pakpahan melalui tim kuasa hukumnya, pada Rabu (27/10/2021) sekira pukul 10.00 Wib, sempat mendatangi Puskesmas Sipintuangin tempat dimana dr. Kristine bertugas sebagai dokter ASN.


"Sudahnya kami berjumpa dengan dokter itu di puskesmas, saat kami kesana untuk meminta rekam medis, dia berjanji akan memberinya di kliniknya yang ada di Sidamanik sekira pukul 13.00 Wib, dan kami pun menunggu tapi setelah kami bertemu di kliniknya, dr. Kristine malah berkilah bahwa rekam medisnya tertinggal di puskesmas," beber salah satu pengacaranya.


"Kami hanya meminta rekam medis sebatas tindakan medis yang dia lakukan terhadap klien kami dan tidak lebih, tapi setelah ia tahu ada tindakan hukum tentang dugaan malpraktek yang dilakukan teman sejawatnya, ia berkelit untuk itu memberikan rekam medis diduga guna menghindari keterlibatan dirinya atas dugaan malpraktek," ujarnya lagi.


Selain itu, Ramces Pandiangan SH., MH., selaku ketua tim penasehat hukum H. Pakpahan kepada NET24JAM.ID, Senin (1/11/2021), menyatakan keberatan dokter tersebut memberikan rekam medis karena diduga tidak adanya izin praktek mereka baik klinik, toko obat ataupun izin praktek dokter.


"Inikan jadi pembahasan, kenapa ia bersikukuh tidak mau memberikan rekam medis? setelah tau hal ini menjadi permasalahan hukum, ya bisa saja ia takut tindakan medisnya bermasalah dan untuk melindungi bisnisnya yang bisa diduga klinik dan toko obatnya sekaligus izin prakteknya tidak ada," jelas Ramces.


"Ini bisa menjadi masalah jika diduga izinnya tidak ada karena telah sekian lama beroperasi melakukan tindakan medis tapi tak berizin, kami minta aparat hukum khususnya Polda Sumatera Utara (Sumut) dan pihak terkait untuk mengusut tuntas sekaligus memeriksa hal ini, dan kami pun sebagai kuasa hukum H. Pakpahan akan melaporkannya ke pihak berwajib yang dinilai menghalangi dan melindungi teman sejawatnya terkait dugaan malpraktek," pungkas Ramces.


Terpisah, saat dikonfirmasi NET24JAM.ID melalui via WhatsApp, Senin (1/11/2021), terkait tudingan masyarakat tentang praktek, toko obat dan kliniknya yang diduga tak berizin, dr Kristine malah diduga sengaja memblokir nomor WhatsApp awak media.


(Bambang)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dugaan Malpraktek dan Tak Kantongi Izin, Polda Sumut Diminta Usut dr Kristine RM Nahampun

Terkait

Iklan