Iklan

Mediasi Pihak PTPN II Dengan Eks Karyawan Gagal, Warga Akan Turun Jalan

24/11/21, 11:22 WIB Last Updated 2021-11-24T04:36:17Z



Deli Serdang, NET24JAM.ID - Pertemuan mediasi antara pihak PTPN-II dan Eks Karyawan (Pensiunan) dan warga Masyarakat Sampali berlangsung alot di Komplek Pondok Pesantren Mazila Darus Salam Jl. Damar Wulan, Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Deli Serdang pada Selasa (23/11/2021). 

Hadir mewakili  pihak Direksi PTPN-II Pulung Rinandoro, SEPV Manajemen Asset dan jajaran.

Pertemuan Mediasi tersebut dipimpin oleh Mahmud Irsad Lubis, SH Ketua Tim Hukum warga masyarakat pensiunan PTPN-II Sampali, masing-masing pihak menyampaikan pendapat terkait uapaya untuk mencari solusi penyelesaian sengketa antara pihak PTPN-II dan masyarakat pensiunan yang berada di Desa Sampali.

Pulung Ridiantoro menyampaikan bahwa pengalihan tanah eks HGU kepada pihak ketiga boleh dilakukan karena itu ada mekanisme dan aturannya. 

Nah, dalam hal ganti rugi kami harus berdasarkan ketentuan Regulasi yang ada, tidak bisa semua tuntutan masyarakat kami penuhi, kami tidak mau melanggar hukum.

Ardan Lubis, Ketua FKPPN Kabupaten Deli Serdang menyampaikan bahwa penjelasan dari pihak Direksi PTPN-II hanya sebatas teori belaka. 

Sejak tahun 2012 kami berjuang terkait masalah yang dihadapi para pensiunan PTPN-II ini, tapi tidak ada solusi kongkrit yang diberikan, Sekarang kami di somasi, diminta untuk mengososongkan tanah dan rumah kami, sementara pihak PTPN-II mengiming-imingi kami ganti rugi 38 juta, jelas kami tolak, karena itu tidak adil.

Suwito, anggota FKPPN Kabupaten Deli Serdang yang juga pensiunan PTPN-II mengatakan "masih ada yang aktif bekerja, kok rumahnya minta dikosongkan.
Selain itu Jaminan Hari Tua (JHT) kami kenapa tidak dibayarkan, ketika kami tuntut hak kami kenapa kalian bilang perusahaan sedang sakit, bukan kah setiap bulan gaji kami di potong, sontoloyo namanya itu," jelaskan Suwito.

Eka Putra Zakran SH MH juru bicara Tim Hukum Eks Karyawan PTPN-II dari kantor hukum Lubis dan rekan menyampaikan bahwa sebelumnya ada rencana aksi unjuk rasa oleh FKPPN Kabupaten Deli Serdang dan Gapoktan Masyarakat Nusantara akibat adanya surat somasi yang dilayangkan oleh pihak Direksi PTPN-II perihal pengosongan rumah kepada warga Eks Karyawan PTPN-II Sampali dan Masyarakat Kelopok Tani,.

"Maka dengan tegas kami nyatakan menolak somasi tersebut dan warga masyarakat akan melakukan aksi turun kejalan, akan tetapi demi menjaga Kondusifitas Sumatera Utara, keamanan dan keteriban serta Protokol Kesehatan, maka aksi unjuk rasa turun ke jalan untuk sementara waktu kami urungkan," ungkapnya.

Adapun beberapa hal yang ingin disampaikan antara lain sebagai berikut :

1. Bahwa akibat adanya bocoran mengenai hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Deli Serdang perihal pengambil-alihan lahan terhadap eks HGU ataupun non eks HGU seluas 450 H oleh pihak PTPN-II dengan tawaran ganti rugi seluruhnya sebesar Rp.800 milyar atau dengan kata lain 450 H dibagi 800 milyar, maka didapat ganti rugi sekitar Rp.177.00 permeter, jelas ganti rugi tersebut sangat zalim, tidak pantas, tidak manusiawi dan jauh dari rasa keadilan.

2. Bahwa adanya bocoran yang sangat kental mengenai adanya Kerja Sama Operasional (KSO) antara PTPN-II dan PT. Ciputra untuk membangun Properti, yaitu perumahan bagi orang-orang kaya, sementara Pensiunan atau Eks Karyawan PTPN-II atau orang-orang miskin dilupakan atau setidaknya dianggap tidak layak untuk mendapatkan tempat tinggal layak huni di lahan Eks PTPN-II tersebut, oleh dan sebab itu akan digusur seenaknya tanpa memberikan ganti rugi yang layak dan pantas sesuai harga pasar.

3. Bahwa Tanah merupakan kebutuhan dasar bagi warga masyarakat Eks Karyawan PTPN-II maupun masyarakat lainnya, sebab itu sangat wajar apabila warga eks Karyawan PTPN-II yang Notabene telah mengabdi berpuluh-puluh tahun untuk mendapatkan hak atas tanah dan rumah yang layak huni sebagai tempat tinggal, baik bagi dirinya termasuk tempat tinggal keluarga atau anak dan cucunya.

4. Bahwa apabila pihak PTPN-II tetap memaksakan kehendaknya untuk menggusur warga pensiunan eks Karyawan dan masyarakat lainnya demi membangun Properti lewat KSO antara PTPN-II dan PT. Ciputra, maka dengan terpaksa pula warga masyarakat akan melakukan perlawanan, baik lewat jalur Litigasi maupun Nonlitigasi, termasuk melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka menolak niat buruk pihak PTPN-II tersebut.

(Misdi)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mediasi Pihak PTPN II Dengan Eks Karyawan Gagal, Warga Akan Turun Jalan

Terkait

Iklan