Iklan

Perkuat Status HGU PTPN III, Konsultan Hukum Dirikan Plang Baliho Pengumuman

05/11/21, 09:56 WIB Last Updated 2021-11-05T02:59:42Z


Pematang Siantar, NET24JAM.ID -    Sesuai Sertifikat HGU No 1/Kota Pematang Siantar HGU dan surat ukur nomor : 02/Talunkondot 2006 tanggal 24/01/2006 atas nama PT. Perkebunan Nusantara III di Afdeling IV Talunkondot, Konsultan Hukum PTPN III Ramces Pandiangan, SH., MH., bersama tim mendirikan plang Baliho  Pengumuman dibeberapa titik.


Tertulis jelas Pengumuman tersebut menjelaskan bahwa Areal tersebut HGU BUMN PTP III, isi pemberitahuan dilarang masuk, mengerjakan dan menggunakan dan atau menguasai tanah didalam wilayah hak guna usaha milik PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Kebun Bangun, sesuai  dengan pasal 55 jo 107 UU no 39 tahun 2014, pasal 6 UU no 51 tahun 1960 dan pasal 167, 385 KUHP.



Guna memberi pemahaman kepada para penggarap bahwa yang mereka tempati itu salah, karena masih HGU aktif milik PTPN III hingga tahun 2029.


Hal tersebut disampaikan Ramces Pandiangan, SH., MH., kepada awak Media NET24JAM.ID Kamis (4/11/2021) di seputaran lahan yang digarap masyarakat tersebut.



"Tujuan kita mendirikan plang ini, agar dibaca para penggarap untuk mereka ketahui apa yang mereka kerjakan selama ini adalah salah, dan bisa dikatakan hanya untuk kepentingan seseorang sebagai Tokoh Intelektualnya, dan kita sudah laporkan tokoh intelektualnya ke Polres karena dianggap telah merugikan negara," beber ramces.



"Kita tidak main main lagi, sudah beberapa bulan terakhir ini pihak PTPN III sudah bersabar dengan berbaik hati memberikan sugu hati bagi penggarap yang terlanjur membangun rumah di areal garapan, tapi niat baik itu justru ditafsirkan lain oleh mereka dengan mengatakan seolah olah ada permainan mafia tanah," tambahkan Rences.



Lebih lanjut Ramces mengatakan, jika sudah tiba waktunya dan segala proses telah selesai jangan ada penyesalan lagi bagi para penggarap jika nantinya seluruh areal HGU PTPN III yang telah berdiri bangunan diatasnya akan diratakan dengan tanah dan ditanami kembali dengan kelapa sawit.



"Tidak ada lagi Negosiasi untuk permasalahan ini, kita sudah sekian lama memberi waktu kepada penggarap untuk meninggalkan Areal ini, tapi kenyataaannya mereka malah membangun kembali diareal yang telah ditinggalkan penggarap yang sudah menerima sugu hati," pungkas Ramces


(Bambang)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Perkuat Status HGU PTPN III, Konsultan Hukum Dirikan Plang Baliho Pengumuman

Terkait

Iklan