Iklan

Polsek Sunggal Dinilai Cacat Prosedur, Miris! Korban Penganiayaan Malah Jadi Tersangka

03/11/21, 01:07 WIB Last Updated 2021-11-02T18:21:18Z


Medan, NET24JAM.ID - Laporan kasus penganiayaan secara bersama kembali terjadi di Polsek Sunggal dan pihak Polsek menetapkan ayah dan anak menjadi tersangka yang sebelumnya merupakan korban penganiayaan di Jalan Setia Budi Kelurahan Tanjung Rejo Medan Sumatera Utara.


Kuasa Hukum korban penganiayaan Feryanto Sipayung mengatakan, pihaknya akan melaporkan Polsek Sunggal ke Kapolri dan Kabid Propam atas penetapan tersangka secara sepihak.


"Disini kita akan melaporkan adanya dugaan kesewenang wenangan pihak Polsek Sunggal beserta jajaranya dalam menangani dua laporan yang sama, yakni kedua belah pihak korban dan tersangka penganiayaan sama sama melapor" ujarnya kepada awak media Selasa (2/11/2021).


Feryanto mengatakan pihak Polsek Sunggal telah menangkap klainnya Jhon Luther Sijabat dan Afriandi Sijabat dalam perkara peganiayaan dan menetapkan sang anak sebagai DPO juga dinilai tidak jelas, sebab Afriandi tidak pernah dipanggil dan juga melarikan diri. Tindakan tersebut dinilai Feryanto Cacat Prosedur dalam melakukan penyelidikan.


"Pertama, pelapor saling lapor, bahwa peraturan yang ada di Mabes Polri bahwa pelapor yang sama tidak bisa diselesaikan setingkat 1 Polsek, harus ada atasannya yaitu Polres," ungkapnya.


"Kedua kenapa pihak Kepolisian yakni Polsek Sunggal tidak melakukan Restorstif Justice yang dilakukan Kapolrestabes Medan yang dilakukan di Polsek Medan Baru," ujarnya menambahkan.


Menurutnya, kalau terjadi saling lapor seharusnya diserahkan ke pihak Polrestabes karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan manfaat Presisi yang menjadi visi dan misi utama Kapolri.


Kronologis kejadian berawal, saat terjadi perkelahian dua lawan satu antara John Sijabat yang dikeroyok oleh Untung dan Parlindungan sehingga perkelahian tak seimbang, anak Jhon Sijabat Afriandi mencoba untuk melarai perkelahian, namun Afriandi justru terluka akibat senjata tajam dibagian perut dan paha.


Untung diketahui sempat diasuh keluarga Sijabat dan membantu bekerja menjual kelapa yang pernah mencuri uang orang tuanya.


"Tetapi itu sudah dimaafkan akan tetapi entah kenapa malah Untung memaki-maki keluarga Jhon Jabat membuat Afriandi tidak terima," jelas Feryanto.


Feryanto menyesalkan pihak Polsek Sunggal kenapa justru Jhon Sijabat dan anaknya yang ditahan dan dijadikan tersangka, sementara laporanya sebagai korban terkesan terabaikan dan sampai saat ini tidak ada ditindak lanjuti.


"Seorang yang telah menjadi korban penganiayaan malah jadi tersangka dan ditangkap dengan barang bukti visum yang telah diberikan pihak penganiaya kepada Polsek Sunggal," tuturnya.


"Dalam hal ini kami akan melaporkan kasus tersebut ke Kapolri dan Komisi III DORD RI," tandas Feryanto


(Rasid)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polsek Sunggal Dinilai Cacat Prosedur, Miris! Korban Penganiayaan Malah Jadi Tersangka

Terkait

Iklan