Iklan

Acuhkan Telegram Kapolri, Masyarakat Minta Copot Kapolres Pematang Siantar

15/12/21, 19:29 WIB Last Updated 2021-12-15T12:35:10Z



Pematang Siantar,NET24JAM.ID -

Diperkirakan Tak lama lagi mungkin Kota Pematang Siantar menjadi Kota Vegasnya Sumatera Utara, bukan tanpa sebab julukan ini diberikan, pasalnya di kota inilah Praktek Tempat Hiburan Malam (THM) bebas beroperasi tanpa ada kendala walaupun sudah sangat jelas melanggar himbauan Kapolri Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo melalui surat Telegramnya.


Padahal Surat Telegram Kapolri nomor STR/645/X/PAM.32/2020 tanggal 2 Oktober 2020 menghimbau bahwa selama masa Pandemik Covid 19 Kepolisian Republik Indonesia tidak mengeluarkan izin keramaian baik yang sifatnya kebutuhan masyarakat pribadi seperti pesta atau hajatan lainnya maupun juga untuk kebutuhan usaha yang dapat mengakibatkan terjadi kerumunan.



Tetapi tidak untuk THM Givenchi ex Ferari seakan mendapat Restu dari para APH dan kini semakin Eksis hingga meresahkan masyakarat.



Keresahan masyarakat bukan tanpa alasan karena dikhawatirkan sebagai tempat peredaran Narkoba dan Prostitusi terselubung juga sangat berpotensi sebagai tempat penyebaran Cluster-cluster baru Virus Covid-19.




Hal ini disampaikan salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya kepada NET24JAM.ID Selasa (14/12/2021).



"Kami minta kepada Kapolri untuk mencopot Kapolres Pematang Siantar karena dinilai tidak mampu menindaklanjuti keresahan masyarakat untuk menghentikan aktivitas THM Givenchi yang sangat dikhawatirkan sebagai tempat Peredaran Parkoba dan Prostitusi, apalagi dimasa pandemik begini," bebernya.



"Kami akan mengirim Dumas ke Kapolda terkait keresahan kami ini, selain itu ketenangan kami juga terganggu dengan Aktivitas mereka dimalam hari," sambungnya lagi.




Menanggapai hal tersebut Tokoh Pemuda Kota Pematang Siantar IG (32) sangat menyayangkan APH setempat yang tidak mematuhi Telegram Kapolri untuk tidak ada keramaian disaat Pandemik saat sekarang ini.


"Biasanya mereka yang paling gencar melaksanakan dan menindak keramaian, apalagi ini yang sangat berpotensi menyebarkan Virus Covid 19 dan bukan itu saja bahkan bisa disinyalir sebagai tempat peredaran Narkoba dan Prostitusi," ucap IG.



Sementara itu Kapolres Pematang Siantar AKBP. Boy Sutan Binanga Siregar, SIK., MH., saat dikonfirmasi. NET24JAM.ID Rabu, (15/12/2021) melalui pesan Whatsap apakah Telegram Kapolri  tidak mengeluarkan izin Keramaian dimasa Pandemik, masih berlaku, tetapi kenapa THM Givenchi ex Ferari dan beberapa THM lainnya masih beroperasi tetap lancar dibuka tanpa ada larangan dari Polres.



"Polri tidak keluarkan ijin, Kalo ijin tanyakan ke Pemko pak dan Satgas juga sudah lakukan Himbauan sesuai Prokes. Demikian trims."jawab Kapolres.



(Bambang)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Acuhkan Telegram Kapolri, Masyarakat Minta Copot Kapolres Pematang Siantar

Terkait

Iklan