Iklan

Diduga Manfaatkan Moment Covid 19, Manager RS Balimbingan Potong Honor Insentif Karyawan Medis

21/12/21, 14:13 WIB Last Updated 2021-12-21T08:23:28Z
 RS Balimbingan dan Manager RS Balimbingan Dr. AG




Simalungun,NET24JAM.ID - ||21/12/2021

Dugaan manfaatkan moment Covid 19 pihak RS Balimbingan lakukan pemotongan honor Insentif sebesar 35%  terhadap 170 tenaga medis selama 3 bulan oleh Dr. AG yang merupakan Manager RS Balimbingan dianggap mencari keuntungan pribadi.




Seperti diketahui sebelumnya peraturan Pemerintah terkait penanganan Covid 19 pihak Rumah Sakit bersasarkan SK Bupati dan Instruksi dari BUMN setiap Rumah Sakit wajib menyediakan Ruang Isolasi Sebanyak 30% dan Rumah Sakit Balimbingan telah melaksanakan SK dan Instruksi tersebut, namun menjadi kesempatan bagi Manager RS Balimbingan Dr. AG untuk mencari keuntungan pribadi.




Dari hasil Investigasi awak Media NET24JAM.ID pada Senin (20/12/2021) dilapangan untuk mencari informasi tersebut, awak Media mendapatkan keterangan dari Nara Sumber yang Identitasnya tidak ingin diketahui sambil ngopi bareng disalah satu Cafe di Jalan Gereja Pematang Siantar membenarkan kejadian tersebut.



"Iya bang benar ada pemotongan honor Insentif sebanyak 35 % terhadap tenaga Medis lebih kurang 170 orang bang," jelaskan Nasum kepada awak Media.




Beredarnya Informasi tersebut ini jelas Mencoreng nama baik Rumah Sakit Balimbingan masih dalam Naungan PT. Medica Nusantara yang beroperasi di PTPN Nusantara IV.



Manager Rumah Sakit Balimbingan Dr. AG saat dikonfirmasi awak Media via seluler terkait hal tersebut menjawab dan memerintahkan awak media untuk menghubungi No Kontak yang dikirim Manager tersebut, dugaan kuat ni kontak yang dikrim merupakan Backing pihak Rumah Sakit untuk menjawab dan menemui awak media yang hendak konfirmasi terkait masalah tesebut.




Pada saat dimintai jawaban langsung dari Dr. AG selaku Manager RS. Balimbingan mengatakan sudah ada di Media sembari mengirimkan Link Berita salah satu Media Online.



Namun dari Link berita tersebut pihaknya tidak menampik dan membenarkan pemotongan Honor tenaga medis senesar 35% dan mengatakan berdasarkan keputusan hasil rapat ujarnya.



"Memang benar adanya namun semua keputusan berdasarka hasil rapat seluruh karyawan bang, karena Insentif tersebut kita bagikan kepetugas yang lainnya dimana mereka juga terdampak Covid 19 seperti Supir Ambulance, Petugas Kebersihan, Juru Masak, Loundry dan Security mereka kan secara tidak langsung Rawan terjangkit penyebaran Virus Covid 19, sementara dari pihak Nakes mereka sehrusnya Tidak Menerima Insentif makanya kita buat Rapat bersama untuk dibagikan juga buat mereka, karena mereka juga harus menjaga Stamina dan Kesehatan mereka, jadi dana itu tifak saya gunakan untuk kepentingan saya sendiri, intinya untuk kepentingan seluruh petugas yang ada di Rumah Sakit Balimbingan ini harus bisa saling berbagi dan mengisi, namanya juga Team Work, " tandas AG.



Namun pada saat awak Media mempertanyakan dan meminta Notulen hasil Rapat dan Daftar Hadir peserta rapat hingga berita ini diterbitkan pihak Manager RS. Balimbingan Dr. AG belum dapat menunjukkan dan terkesan Bungkam.




Menyikapi hal tersebut, Ketua LSM Anti Korupsi saat ditemui di Ruangan kerjanya mengatakan sangat menyesalkan kejadian tersebut dan saat ini pihaknya sudah menerima Laporan dan akan di tindak lanjuti.




"Manalah mungkin ini semua dari hasil Meputusan Rapat bang, buktinya pihal Rumah Sakit tidak bisa menunjukkan hasil Notulen dan Daftar hadir para peserta rapat yang abang minta, kalaupun ini hadil rapat keputusan pasti tidak akan naik kepermukaan dan kami tidak akan meneruma laporan pribal tersebut, jadi menurut kami Dr. AG itu megada-ada untuk menutupi kebenaran," tuturnya.




Pihak LSM sendiri mengkalkulasi jumlah yang terima mencapai Milyaran Rupiah dipotong  35% dan seterusnya jadi mengetahui besar jumlah yang dikantongi oknum tersebut, pihaknya akan membuat laporan secepatnya untuk di tindak lanjuti dalam waktu dekat dan akan melimpahkan ke pihak yang Berwajib.




Disisi lain Ikhsan Gunawa SH yang merupakan salah seorang Pengacara di Siantar Sumalungun siap menerima Keluhan dan Aduan tenaga Medis yang merasa terzolimi yang tidak terima dengan Pemotongan Honor Insentif mereka.



"Kita siap menerima keberatan mereka dan memperjuangkan Hak Hukum mereka untuk menuntut Hak mereka jika menjadi korban dalam pemotongan honor," kata Ikhsan.




Lebih lanjut Ikhsan menjelaskan dalam Keputusan Memteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) Bab III Mekanisme Pembayaran Insentif dan Santunan Kematian Diktumnya jelas tertulis Insentif Tenaga Kesehatan yang memberikan Pelayanan Cocid 19 di Rumah Sakit dengan setinggi tingginya sebesar, untuk Dokter Spesialist Rp 15.000.000,-/ OB, Dokter Umum dan Gigi sebesar Rp 10.000.000.-/ OB,  Bidan dan Perawat 7.500.000.-/OB, Tenaga Medis lainnya Rp 5.000.000.-/OB.

Jadi dari Informasi ini PT. Medica Nusantara dapat meng Evaluasi kinerja Menagernya agar Citra Rumah Sakit mereka tetap Bersih dimata masyrakat, kata Ikhsan akhiri.



(Bambang)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diduga Manfaatkan Moment Covid 19, Manager RS Balimbingan Potong Honor Insentif Karyawan Medis

Terkait

Iklan