Iklan

Dugaan Penggelapan CPO Rugikan BUMN, Ini Jawaban Manager PKS Tinjowan

06/12/21, 21:56 WIB Last Updated 2021-12-07T04:35:07Z






Simalungun,NET24JAM.ID -    Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan salah satu Unit PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPN-4) yang terletak di Kebun Tinjowan Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, diduga memperjual belikan hasil Redemen 1 - 2% perhari yang dititipkan ke para Sopir Truck Tanki CPO untuk disetor kegudang Ilegal yang berada sepanjang Jalinsum.



Hal ini sudah bukan menjadi Rahasia Umum dikalangan Karyawan PKS dan Kebun Tinjowan, bahwa dugaan adanya kerja sama penggelapan CPO ini dilakukan oleh para Supir Angkutan dan Karyawan yang melaksanakan pengiriman CPO. 


Salah seorang Narasumber yang tak ingin identitasnya disebutkan kepada NET24JAM.ID Senin (6/12/2021) mengatakan, bahwa dugaan Penggelapan CPO di PKS tersebut sudah Masiv dan Terorganisir.


"Permainan itu sudah Masiv dari mulai Satpam, Kerani Timbang, Bagian Labor, Asisten Pengolahan/Asisten Pabrik, bahkan Maneger juga tau itu, dan sudah bukan menjadi rahasia umum lagi," ujarnya.


Lebih lanjut ia juga menjelaskan Metode Permainan yang dilakukan di PKS tersebut,

"Pertama mas dengan cara Bandul, para Kernet Mobil atau orang Bayaran memakai Bandul dari tmTimah di pasangkan dibadan mereka, para kernet masuk pada Timbangan saat mobil ditimbang kosong, lalu kedua Cungkil Timbangan, dengan mencungkil Lantai Timbangan maka berat mobil menjadi Ringan saat ditimbang kosong," bebernya.


Masih menurutnya keterangannya,  Permainan dengan Membandul dan Cungkil Timbangan hanya sekitar 60 sampai 200 kilogram saja maksimal yang didapat para supir, yang patut lebih diawasi yaitu para karyawan PKS memang sengaja menjual CPO pada para Supir, beratnya flFantastis,bisa sampai Satu Ton satu mobil, harga yang dibayar supir setiap 200 kilogram CPO, 800 ribu Rupiah sampai 1 juta Rupiah.


Dari keterangan tersebut, awak media bertanya, mengapa pihak PTPN-IV tidak pernah merasa kehilangan atas permaian tersebut?

Dijawab beliau,


"Sebab permainan tersebut sudah sangat Masiv, contoh disetiap harinya PKS Tinjowan mengolah TBS dengan Target dari Kantor Pusat Redemen 22%, namun saat Pengolahan Rendemen bisa mencapai 23-24%, dan dari selisih rendemen 1-2% inilah yang diperdagangakan pada para Supir,"jawabnya.


"Satu kali pengiriman penggelapan CPO bisa 4  ton lebih, kita hitung saja satu juta rupiah/200kg, dikali 20 nilainya sudah  20 juta Rupiah, tak heran bila para Karyawan PKS yang menjadi Pelaksana Pengiriman CPO tingkat Ekonomi Kehidupan keluarganya lebih dari cukup bahkan bisa dibilang bermewah-mewah, sangat berbanding terbalik dengan karyawan lain yang bekerja di PKS," sambungnya lagi.



Terpisah, salah seorang supir Angkutan CPO di PTPN yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi awak media tak menampik bahkan mengamini tentang adanya permainan tersebut.


"Kami tak ada gaji bulanan bang, yang ada hanya uang Trip (uang Jalan), dan saya pas-pasan aja untuk isi minyak, makan, minum dan rokok dijalan, belum lagi kalau ban bocor harus tempel ban dan kerusakan ringan dijalan, sementara di PKS dan Tempat pembongkaran kami harus keluarkan uang juga, tak bermainpun di PKS dan Pembongkaran 2-3 ratus ribu habis, mau tak mau ya kami harus ikut bermain agar ada uang yang bisa di bawa kerumah untuk anak istri, uda bukan jadi rahasia umumnya itu bang,"ucap BD mengahiri. 


Pantauan awak Media  saat pengiriman CPO dari PKS Tinjowan, para supir masuk pada Gudang CPO yang terletak di Desa Petatal, Kabupaten Batu Bara, dan para supir sepertinya sudah terkordinir rapi, sehingga tidak ada pemaksaan dari pemilik dan orang orang gudang.



Sementara Maneger PKS Tinjauan bermarga Sinulingga saat dikonfirmasi awak media Senin (6/12/2021) mengucapkan Terima kasih atas infonya.


"Info ini akan kami selidiki, jika bapak bersedia, mohonlah Nomor Plat Truck Tangki tersebut  bisa diberikan kepada kami serta Tanggal Pengiriman truck tersebut, juga sekalian nama karyawan yang terlibat.

Sayang sekali pak, tapi gak apa apa, info dari bapak akan kami telusuri dan ini sebagai masukan buat kami untuk lebih waspada. 

Kalau gudang Ilegal yg dimaksud boleh di Infokan pak, gimana ya pak, kalau Tangki yg coraknya seperti itu banyak sekali, sulit bagi kami untuk menelusuri. 

Sedangkan proses pengisian CPO ke Truck Tangki di sini dilakukan secara tunggal, maksudnya "selesai dulu satu baru masuk yang berikut." pungkasnya.


(Bambang)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dugaan Penggelapan CPO Rugikan BUMN, Ini Jawaban Manager PKS Tinjowan

Terkait

Iklan