Iklan

Janner Situngkir ; Manfaatkan Alam Kita, Untung Ada KJA, Tidak Bisa Berharap Hidup Dengan Berbawang Saja

08/12/21, 14:53 WIB Last Updated 2021-12-08T07:53:43Z

SilahiSabungan, NET24JAM.lD - Indahnya panorama alam di Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, tidak seindah nasib bagi para petani Bawang Merah yang ada disana. Betapa tidak, kini banyak lahan yang tidak dikerjakan dikarenakan harga Bawang Merah cukup anjlok dipasaran.


Pada hari ini Rabu 08/12/2021 pagi, awak Media Net24jam.id langsung bergegas mengwawacarai seorang warga setempat sebut saja Bapak Sidabutar yang sedang memotong (Manggitip) hasil pertaniannya yaitu Bawang Merah.


Warga menjelaskan bahwa, bawang merah saya saat ini cuma dihargai Rp 7.000,- (Tujuh Ribu Rupiah), padahal harga pupuk dan obat-obatan untuk pertanian naik terus, apalagi kayak kami tidak pernah mendapatkan yang namanya pupuk dan obat-obatan yang Bersubsidi.


Kalau begini terus kita para petani Bawang Merah yang ada di Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara pasti akan menambah penderitaan rakyat, ujar bapak tersebut dengan wajah sedih.


Dilain tempat Net24jam.id juga mengwawacarai seorang tokoh warga masyarakat dari di Desa Silalahi 3, Janner Situngkir yang mengatakan bahwa, ekonomi masyarakat Silahi Sabungan masih dapat dikatakan katagori stabil atau menengah.


Itu dikarenakan sejak adanya usaha Keramba Jaring Apung (KJA) milik saya, walaupun tidak banyak hanya 3 petak namun ekonomi keluarga kami bisa terbantu, dulu ketika kami hanya mengandalkan bertani Bawang Merah saja, kehidupan keluarga kami tidak seperti ini, kami susah karena harga bawang merah selalu tidak berpihak kepada petani.


Sudah saatnya kita para petani berpikiran maju dan berkembang, saya bersyukur dengan adanya Asosiasi Petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Silahi Sabungan telah dapat berperan mengangkat ekonomi para warga masyarakat di Kecamatan Silahi Sabungan.


Dan seperti bapak lihat saat ini, mereka yang bertani Bawang Merah yang juga sebagai Petani Keramba Jaring Apung pasti hidupnya secara ekonomi lebih sejahtera di banding mereka yang hanya bertani Bawang Merah.


Kami juga memperkerjakan anak-anak muda (Pemuda) setempat di KJA ini, mereka mendapatkan upah malah di atas upah regional Kabupaten Dairi, mereka mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 2.800,000,- sampai Rp 4.000.000,- perbulannya, sehingga secara tidak langsung Pemuda yang berkerja di KJA sudah menopang ekonomi keluarga mereka.


Mereka yang pengangguran kami ajak berkerja, boleh dilihat hanya 1% saja yang menganggur, itupun pasti karena malas, kalau mau berkerja pasti selalu ada saja lapangan kerja di Keramba Jaring Apung kita.


Kita harus dapat memanfaatkan alam kita, untuk menambah penghasilan kita, namun  dengan Asosiasi Petani Keramba Jaring Apung kita tetap menjaga kesehatan dan dampak lingkungan sehingga kita seluruh Petani Keramba Jaring Apung mengunakan Pakan terapung yang tidak berdampak kepada lingkungan bukan seperti isu-isu miring yang pernah ada, tutur pak Situngkir.


Dilain kesempatan seorang salesman dari PT Sinta, yang menyuplai pakan ikan kepada pelaku KJA yang bernama Taufik menyebutkan bahwa bahan baku yang terkandung dalam kandungan pakan ikan kami menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan yang tidak mencemari kwalitas air Danau Toba, tegasnya. (MB Napitupulu)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Janner Situngkir ; Manfaatkan Alam Kita, Untung Ada KJA, Tidak Bisa Berharap Hidup Dengan Berbawang Saja

Terkait

Iklan