Iklan

Pukat Trawl dan Pukat Harimau Merusak Habitat Laut

13/01/22, 14:06 WIB Last Updated 2022-01-13T07:08:50Z



Belawan,NET24JAM.ID - 

Bertahun tahun kapal pukat trawl, pukat harimau maupun pukat tarek dua didalam kawasan Pelabuhan perikanan samudera belawan tetap beroprasi.


Meski alat tangkap tersebut tidak ramah terhadap habitat yang ada di dalam laut terutama terumbu karang dan juga tempat berkembang biaknya hewan laut.


Dalam hal ini,pukat-pukat atau alat tangkap tersebut masih di biarkan beroprasi,meski sudah ada larang dari pemerintah,namun pihak yang berwajib tidak melakukan penindakan terhadap pengusaha-pengusaha yang alat tangkapnya yang telah melanggar aturan terasebut.


Kini, para pengusaha kapal pukat trawl, pukat harimau maupun pukat tarek dua dalam menjalankan bisnis Ilegalnya dengan mulus didalam Pelabuhan Perikanan Belawan tanpa ditindak oleh penegak hukum.


Siapakah dibalik pelaku pengusaha kapal pukat trawl, pukat harimau maupun pukat tarek dua hingga kini belum dijerat hukum yang berlaku ini menjadi tanda tanyak besar?


Oleh karena itu, pengamat hukum di Kota Medan, Rion Arios Aritonang berharap adanya kerja sama antara Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan dan Satuan Reskrim Tipiter Polres Belawan guna menertipkan para pengusaha kapal pukat trawl, maupun pukat harimau di Gabion Belawan diduga telah melakukan pelanggaran hukum. Rabu (12/1/2022).


Menurut Rion Arios Aritonang, Para pengusaha kapal Pukat trawl, pukat harimau yang beroperasi di dalam kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Medan - Sumatera Utara tersebut di tindak sesuai hukum yang berlaku. 


Dalam kesempatan ini, Rion Arios Aritonang sangat mengharapkan Kejaksaan Negeri Belawan melalui Kasipidsus dan Kasi Intelnya segera melakukan penertiban sekaligus  penegakan hukum terhadap para pengusaha sebagai pelaku pelanggaran tersebut" ungkapnya.


"Kemudian, Kalau memang dalam aksi pukat harimau yang merusak lingkungan habitat di laut sekaligus melanggar UU dalam Peraturan Menteri Kelautan Perikanan masih banyak terjadi di Laut Indonesia". 


Dengan adanya kapal ikan berasal dari Pelabuhan Perikanan Belawan, maka sudah seharusnya dari pihak Kejaksaan Negeri Belawan melalui Kasi Pidsus dan Kasi Intel melakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap pelaku pengusaha dan pelaku pelanggaran tersebut" terang Rion pada awak media.


Apa lagi aksi ilegal itu mengandung sanksi pidana. Dan diharapkan pihak kejaksaan, kepolisian Polres Pelabuhan Belawan harus juga menindak lanjuti atas laporan dan kondisi tersebut.


Hal ini bukan menjadi rahasia lagi yang berkaitan dengan dugaan pukat harimau itu. Maka dari itu, satuan Reskrim Tipiter Polres Belawan diharapkan guna melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana tersebut.


"Untuk itu, sangat memungkinkan hal tersebut dapat ditingkatkan ke penyidikan hingga dapat dimajukan ke persidangan di Pengadilan Perikanan Medan," Pungkasnya Pengamat Hukum di Kota Medan, Rion Arios Aritonang.


Hingga berita ini ditayang, belum ada pihak Kejari Belawan maupun satuan Reskrim Tipiter Polres Belawan memberikan staitmantnya atas Maraknya Kapal Trawl didalam kawasan pelabuhan perikanan Belawan.


(Fendi)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pukat Trawl dan Pukat Harimau Merusak Habitat Laut

Terkait

Iklan