Iklan

Tim Gabungan Polres Asahan Gagalkan PMI Masuk Negara Jiran Malaysia

09/01/22, 23:18 WIB Last Updated 2022-01-09T20:29:07Z



Asahan,NET24JAM.ID
-

Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang hendak memasuki Negara Jiran Malaysia berhasil digagalkan Tim gabungan Polres Asahan dan Lanal TBA Asahan melalui Jalur Kabupaten Asahan Sumatera Utara Jum'at sore (7/1/2022).



Hal tersebut disampaikan Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK SH MH beserta Lanal TBA Asahan pada Konfrensi Pers di Mapolres Asahan yang telah berhasil mengungkap 52 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal hendak memaski Negara Jiran Malaysia tanpa Dokumen dan telah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus tersebut.



"Tim kita berhasil ungkap kasus ini dan menetapkan beberapa orang sebagai tersangka yang para pelaku merupakan warga Jalan Beting Kuala Kapuas Kota Tanjung Balai," ungkap Putu Yudha.



Kembali dijelaskan Putu Yudha, penangkapan terhadap Kapal Tanpa Nama tersebut mengangkut 52 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang di Nahkodai oleh JM yang hendak memasuki Negara Jiran berhasil digagalkan dan dari pengakuan sang Nahkoda Kapal  berinisial JM, dirinya mengaku mendapat Telfon dari seorang perempuan berinisial N warga Pematang Pasir Teluk Nibung pada Kamis (6/1/2022) dan meminta JM mengantarkan para PMI tersebut dari Daerah Morit menuju ke Malaysia dengan upah Rp 5 juta dan seoramg Tehknisi Mesin mendapat Upah sebesar Rp 4 juta serta anggota lainnya juga mendapat upah sebesar Rp 2 juta.



Dalam hal ini, Tim Gabungan Polres Asahan bersama Lanal TBA Asahan akan terus melakukan Operasi Patroli diperairan Indonesia khusunya jalur Kabupaten Asahan Sumatera Utara dan atas kasus tersebut Tim masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku lainnya.



Menerangkan Kapolres, tersangka diamankan di Mapolres Asahan beserta barang bukti dalam pemeriksaan lebih lanjut dan sudah ditetapkan pasal yang menjerat para pelaku.


"Saat ini para tersangka dan barang bukti sudah kita amankan di Mapolres Asahan guna pemeriksaan lebih lanjut, terhadap sang Nahkoda JM kita jerat Pasal 2 ayat(1) subs Pasal 10 lebih subs Pasal 11 UU RI No. 21Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Manusia dan Pasal 81 jo Pasal 69 subs 83 jo UU No.18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia jo Pasal 55,56 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling singkat 3 Tahun penjara atau paing lama 15 Tahun penjara atau Denda paling banyak Rp 600 juta," pungkas Putu Yudha.


(Red/Humas Poldasu)

Edittor : Misdi

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tim Gabungan Polres Asahan Gagalkan PMI Masuk Negara Jiran Malaysia

Terkait

Iklan